oleh

Mana yang Lebih Sehat, Buah dan Sayur untuk Jus atau Smoothie?

Kabar6-Banyak orang yang menjalankan pola hidup sehat mengikuti tren minum jus atau smoothie buah dan sayuran. Smoothie adalah minuman berbahan baku buah-buahan, sayuran, sirup gula/gula pasir, susu tawar cair dan es batu.

Selain penambahan susu sebagai ciri khas smoothie, yoghurt, cokelat dan susu kental manis juga seringkali ditambahkan ke dalam smoothie.

Namun, mana sih yang sebenarnya lebih sehat, buah dan sayuran yang dibuat jus atau smoothie? Dalam menghitung kalori, melansir tempo.co, buah-buahan dan sayur-sayuran cenderung rendah kalori jika dibandingkan dengan jenis makanan lainnya. Karena itulah, jus atau smoothie memang aman dikonsumsi. Namun, jika melihat dari segi prosesnya, smoothie cenderung lebih sehat ketimbang jus.

Smoothie masih lebih baik, karena meski serat yang ada di buah dan sayur dicampur, tetap bisa diserap. Sedangkan jus pada umumnya hanya diambil sari-sari buah dan sayuran, serta biasanya juga mengandung fruktosa atau pemanis, terutama jika jus terdiri dari buah-buahan.

Jika buah dan sayur dibuat jus, nutrisinya mulai berkurang karena kebanyakan hanya dapat airnya. Belum lagi kalau ditambah gula atau pemanis pengganti. Jadi kalau untuk diet atau ingin hidup lebih sehat, jus kurang dianjurkan.

Setiap kali mengonsumsi makanan ‘berat’ Anda harus mengimbanginya dengan sayuran atau buah. Misalnya, pagi bisa minum smoothie atau buat di malam hari lalu simpan di kulkas.

Jadi jika ingin mendapatkan semua manfaat gizi, jangan hanya konsumsi buah dan sayur dalam satu hari. Tapi juga diimbangi makanan sehat yang mengandung protein.

Anda bisa mengonsumsi makanan tinggi protein, misalnya ditambah pas makan siang membuat omelette pakai sayuran. Fokusnya lebih baik kita makan secara utuh buah atau sayur, tapi kalau mau diolah bisa dibuat smoothies. ** Baca juga: Peneliti Sebut Asal Usul Virus Corona Mungkin Tak Akan Pernah Ditemukan

Tidak direkomendasikan detoks hanya dengan minum jus, tanpa diimbangi dengan makanan sehat lainnya. Hal ini karena setiap organ tubuh memiliki fungsi untuk bekerja menjalankan mekanismenya. Jika ada yang kurang atau kelebihan, maka metabolisme akan lebih buruk.(ilj/bbs)

Berita Terbaru