oleh

Lidah Punya ‘Zona Rasa’?

Kabar6-Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan.

Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Juga turut membantu dalam tindakan bicara, dan membolak balik makanan dalam mulut.

Diagram lidah yang terkenal muncul dalam ratusan buku teks selama puluhan tahun. Diagram itu disebut berasal dari disertasi dari 1901, yang ditulis oleh seorang ilmuwan Jerman bernama David Pauli Hänig.

Dengan meneteskan sampel cairan yang asin, manis, asam dan pahit ke berbagai bagian lidah manusia, Hänig menemukan bahwa kepekaan rasa bervariasi di berbagai area lidah.

Hänig, melansir BBC Indonesia, menemukan ujung dan pinggir lidah adalah daerah yang paling sensitif, tapi dia tidak mengklaim bahwa ini berhubungan dengan rasa. Namun ketika dia memindahkan informasi ini ke sebuah grafik, kesannya adalah bahwa area yang berbeda terkait dengan rasa yang berbeda.

Sementara Steven Munger yang merupakan ilmuwan rasa terkemuka dari Universitas Florida meyakini peta tersebut berasal dari interpretasi grafik oleh seorang psikolog bernama Edwin Boring.

Disebutkan, Boring juga menulis sebuah buku tentang persepsi dan indra, termasuk lidah yang menunjukkan daerah yang berbeda untuk rasa yang berbeda.

Berbagai daerah lidah bisa mendeteksi manis, asam, pahit dan asin. Kuncup rasa juga ditemukan di tempat lain, di atap mulut dan bahkan di tenggorokan. Selain mendeteksi empat cita rasa utama, setiap kuncup juga bisa mendeteksi rasa yang paling baru ditemukan yaitu umami, rasa yang membuat makanan gurih.

Rasa ini tidak semuanya terdeteksi dengan cara yang sama. Untuk waktu yang lama diasumsikan bahwa sel reseptor di dalam kuncup rasa kita bisa merasakan rasa apa pun. Namun gagasan ini dibuktikan keliru oleh Charles Zuker yang mengelola laboratorium di Universitas California, San Diego.

Selama bertahun-tahun, Zuker dan timnya mengidentifikasi sel reseptor yang berbeda untuk makanan manis, asam, pahit dan umami, dan hanya satu rasa yaitu asin mencegah mereka menyelesaikannya. P 2010, mereka berhasil mengidentifikasi reseptor itu juga.

Kita memiliki sekira 8.000 kuncup rasa dan masing-masing mengandung sel reseptor, memungkinkan mereka mencicipi satu dari lima rasa. Pesan tentang rasa dikirim ke otak melalui dua saraf kranial, satu di belakang lidah dan satu di depan.

Lantas, bagaimana otak menerjemahkan pesan-pesan ini melalui saraf kranial? Pada 2015, sebuah tim di Columbia University menemukan bahwa tikus memiliki sel otak khusus yang merespon setiap rasa. ** Baca juga: Ini Efek Punya Kebiasaan Minum Sambil Berdiri

Jadi memang benar bahwa kita memiliki ‘perkakas’ khusus untuk setiap rasa. Tapi bukannya berupa kumpulan kuncup rasa di area lidah tertentu, Melainkan sel reseptor khusus yang terhubung dengan neuron di otak, masing-masing selaras dengan rasa tertentu.

Area lidah yang berbeda bisa mencecap rasa apa saja. Namun meski beberapa daerah sedikit lebih sensitif terhadap rasa tertentu.(ilj/bbs)

Berita Terbaru