oleh

Harga Bawang Bombay di Tigaraksa Tembus Rp160 Ribu

Kabar6-Harga bawang bombai di Kabupaten Tangerang melonjak drastis. Di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang diketahui bawang bombai mencapai Rp160 ribu per kilogram.

Akibatnya, para pedagang sayur dan bumbu dapur di pasar tersebut memilih untuk tidak menyediakan bawang besar tersebut. Padahal sebelumnya, harga bawang bombai di kisaran Rp20 ribu-Rp30 ribu per kilogram.

Murtini, salah satu pedagang bumbu dapur di pasar tersebut mengaku angkat tangan terhadap gilanya harga bawang bombai. Ia memilih cara aman, dengan tidak menyediakannya untuk dijual.

“Harganya mahal banget, pembelinya susah. Jadi lebih baik enggak jual, cari aman,” katanya ditemui di lapak dagangannya, Selasa, (10/3/2020).

Menurutnya, harga bawang bombai mulai menggila sekira Februari lalu. Dari bulan itu juga, dirinya tidak lagi menjualnya.

“Sudah dari bulan kemarin. Setahu saya, hampir semua pedagang bumbu di sini (Pasar Gudang Tigaraksa-red) enggak jual bawang bombai. Harganya mahal, dapatnya juga susah. Pembeli juga pada ngeluh, kemahalan,” tambahnya sambil melayani pembeli.

Menurutnya, saat ini harga tertinggi ada pada bawang bombai. Untuk, lainnya sudah hampir kembali normal.

Seperti harga cabai rawit merah Rp40 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp35 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp45 ribu per kilogram, dan cabai besar hijau Rp30 ribu per kilogram. Untuk bawang merah Rp30 ribu per kilogram dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram.

Pedagang lainnya, Mahpudin pun ikut geleng-geleng kepala soal harga bawang bombai yang menggila. Dirinya juga tidak mau ambil resiko untuk menjual bawang tersebut.

“Sudah sebulan setengah enggak ngadain bawang bombai. Enggak kuat sama harganya,” tukasnya.

Gilanya harga bawang bombai ternyata belum diketahui oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang.

Seperti dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Bahan Pokok (Banpok) Apit Rosadi. Dia mengaku belum meninjau harga bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Tangerang.

“Rencananya baru hari ini bakal monitor harga bahan pokok ke sejumlah pasar, kemarin ada acara keluarga,” katanya.

Menurutnya, selama ini bawang bombai tidak masuk dalam tabel daftar harga bahan pokok. Hal tersebut lantaran konsumsi bawang bombai sangat minim dan hanya untuk kalangan tertentu. Mahalnya harga bawang bombai, kata Apit, kemungkinan dampak virus korona.**Baca juga: Wanita Hamil di Lebak Melahirkan di Jalan, Begini Sulitnya Akses ke Puskesmas.

“Kalau masyarakat umumnya jarang belanja bawang bombai, karena cuma dipakai untuk masakan tertentu saja. Kita belum tahu penyebab harganya sangat tinggi, kemungkinan dampak virus corona impornya terganggu,” pungkasnya.(Vee)

Berita Terbaru