oleh

Waspada, Banyak Tidur di Akhir Pekan Bisa Bawa Dampak Buruk

Kabar6-Aktivitas harian, baik di kantor maupun rumah, yang dilakukan dari Senin hingga Jumat membuat Anda memiliki kualitas tidur yang buruk atau mengalami kurang tidur.

Sebuah studi menemukan, setiap jam tidur yang bergeser per minggunya dikaitkan dengan peningkatan 11 persen untuk terkena risiko penyakit jantung.

Temuan ini, melansir She, dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies, LLC-sebuah usaha bersama antara American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society. Meski studi secara lengkap belum dipublikasikan di jurnal medis peer-reviewed, penulis mengatakan temuan mereka menunjukkan, sangat penting mengatur jam tidur karena bisa berdampak bagi kesehatan secara keseluruhan.

Untuk mempelajari pengaruh perubahan pola tidur di setiap akhir pekan, para periset melihat tanggapan survei dari sekira 1.000 orang dewasa berusia 22-60 tahun. Cara ini dilakukan untuk menentukan jumlah rata-rata keterlambatan jet lag sosial, mengenai waktu tidur dan mengurangi hari kerja dari titik tengah tidur akhir pekan.

Setelah menyesuaikan faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil, seperti pendapatan, pendidikan, pekerjaan, durasi tidur total, dan insomnia, para periset menemukan bahwa setiap jam jet lag sosial dikaitkan secara independen dengan 22 persen kemungkinan peningkatan kesehatan. Sementara 28 persen lain kemungkinan akan mengalami peningkatan kesehatan yang baik atau buruk.

Setiap jam pergeseran tidur di akhir pekan ini juga dikaitkan dengan peningkatan 11 persen risiko penyakit jantung, kelelahan, kantuk bahkan depresi. Hal ini karena jet lag sosial bisa mempengaruhi ritme sirkadian. Para peneliti juga menemukan jawaban sementara, jika tingkat hormon yang tidak tepat bisa disalahkan untuk efek ini.

Karena penelitian ini bersifat observasional, maka tidak dapat menentukan hubungan sebab akibat antara jet lag sosial dan hasil kesehatan. Tapi itu memperlihatkan, mendapatkan jumlah tidur yang tepat pada akhir pekan tidak terlalu penting, kata penulis utama Sierra Forbush, asisten peneliti di University of Arizona.

“Ini menunjukkan jadwal tidur yang teratur mungkin merupakan salah satu cara pengobatan pencegahan penyakit jantung yang efektif, relatif sederhana, dan murah serta berbagai masalah kesehatan lainnya,” kata Forbush.

Dan itu pasti sesuatu yang perlu diperhatikan secara serius, tambahnya. Karena penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu di Amerika Serikat.

Selain itu, American Academy of Sleep Medicine juga merekomendasikan agar orang dewasa memiliki waktu tidur kurang lebih tujuh jam atau lebih setiap malam untuk meningkatkan kesehatan mereka. Sementara para ahli mengatakan bisa menyiasatinya dengan menjaga waktu tidur yang konsisten.

“Jika kamu begadang dan tidur sesekali, mungkin ini bukan masalah besar,” kata Forbush. “Tapi jika kamu melakukannya setiap akhir pekan selama 15 tahun, mungkin memang begitu.” ** Baca juga: Masih Banyak Orang Cuci Tangan dengan Cara yang Salah

Ditambahkan, “Maka diperlukan lebih banyak penelitian untuk itu, guna mengetahui seberapa kronis jet lag sosial dari waktu ke waktu dapat mempengaruhi kesehatan, karena penelitian ini hanya melihat tanggapan dari satu titik waktu.”

Adapun pesan yang ingin disampaikan dari Forbush adalah konsistensi tidur seharusnya menjadi tujuan gaya hidup. “Sama seperti kita harus berolahraga 30 menit sehari, kita juga harus berusaha menjaga tidur kita tetap teratur baik di hari kerja dan akhir pekan,” ungkapnya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru