oleh

Obat Mata Termahal di Dunia Seharga Rp11,4 Miliar

Kabar6-Spark Therapeutics, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, sukses menciptakan obat yang ampuh menyembuhkan kebutaan. Karena kegunaannya yang sangat berarti itu juga, obat bernama Luxturna ini memiliki harga yang tidak main-main, yaitu mencapai Rp11,4 miliar.

Luxturna diyakini mampu menyembuhkan penyakit leber congenital aumaurosis, penyakit turunan yang dapat menyebabkan kebutaan. Penyakit itu sangat langka, yakni hanya menyerang 2-3 dari 100 ribu orang.

“Kami ingin menyeimbangkan antara nilai dan keterjangkauan sehingga menerapkan harga yang pas,” kata Jeffrey Marrazzo dari Spark Therapeutics. Obat Luxturna, seperi dilansir Medical Daily, sudah memperoleh izin edar resmi dari Administrasi Obat-obatan dan Makanan AS pada Desember tahun lalu. Kendati harganya sudah turun, sebagian besar pasien diduga tetap tidak mampu membelinya. Mereka hanya bisa mengandalkan jasa penyedia layanan asuransi.

Spark memakai teknik rekombinan DNA untuk memodifikasi virus adeno, sebuah wahana untuk menyalurkan gen RPE65 yang sehat. Dalam situs resminya, FDA memperingatkan efek samping penggunaan Luxturna sehingga pasien harus diawasi secara ketat dan intensif.

Beberapa kondisi yang mungkin timbul ialah endophthalmitis, tekanan intraokular meningkat, katarak, kongjungtiva hiperemia, retina robek, mata meradang dan iritasi, dan maculopathy. Luxturna juga tidak direkomendasikan disuntikkan terhadap pasien berusia di bawah 12 bulan karena berisiko menyebabkan penipisan atau kebutaan permanen mengingat sel retinanya masih aktif.

Obat ini dikhususkan untuk mengobati leber congenital aumaurosis. Artinya, pasien berada dalam kondisi sehat dan belum buta. “Pemberian izin edar Luxturna semakin membuka pintu terapi gen,” kata Peter Marks, kepala Pusat Riset dan Evaluasi Biologis (CBER) FDA. ** Baca juga: Ketimbang Rumput, Kambing Ini Lebih Pilih Rokok

Ditambahkan, “Pasien yang menderita distrofi mutasi retina akibat biallelic RPE65 kini memiliki kesempatan untuk meningkatkan penglihatan, di mana sebelumnya harapan itu tipis.” (ilj/bbs)

Berita Terbaru