oleh

Janin Membatu Berusia 30 Tahun Ditemukan dalam Perut Wanita Lansia Asal Aljazair

Kabar6-Seorang lansia wanita berusia 73 tahun di Aljazair yang tak disebutkan namanya mengandung janin membatu yang diperkirakan berusia 30 tahun. Ya, tanpa disadari, wanita itu membawa janin yang meninggal selama 35 tahun.

Sementara janin yang telah membatu dalam perut, melansir thesun, diperkirakan berusia tujuh bulan saat meninggal dengan berat dua kilogram. Selama 35 tahun membawa janin batu itu, wanita tadi tak merasakan ada yang aneh dalam tubuhnya. Dokter yang memeriksa mengatakan, kondisi langka itu disebut lithopedion atau bayi batu. Kehamilan tersebut tak terjadi di dalam rahim, melainkan di perut.

Kehamilan di perut biasanya berakhir dengan kematian janin, karena janin tidak memiliki suplai darah yang cukup. Selanjutnya, tubuh tidak memiliki cara untuk mengeluarkan janin. Akibatnya, janin mengapur dan berubah menjadi batu.

Tubuh akan menerapkan proses kekebalan yang sama seperti dalam melindungi diri dari benda asing yang terdeteksi dalam sistem tubuh seseorang. ** Baca juga: Tiga Presiden yang Disebut Terima Gaji Terendah di Dunia

Dr Kim Garcsi, dari University Hospitals Case Medical Center di Cleveland, mengatakan bahwa pengapuran jaringan melindungi ibu dari infeksi. Janin batu dapat tetap berada di perut tanpa terdeteksi selama beberapa dekade.

“Sebagian besar saat orang mengalami kasus ini, mereka tidak melakukan apa-apa karena benar-benar tanpa gejala,” kata Dr Garcsi.

Menurut sebuah makalah pada 1996 dalam Journal of Royal Society of Medicine, hanya 290 kasus lithopedion yang pernah didokumentasikan oleh literatur medis.(ilj/bbs)