Ilmuwan Australia Berencana Hidupkan Kembali Harimau Tasmania

Harimau Tasmania.(Newscientist)

Kabar6-Harimau tasmania atau dalam bahasa Latin disebut Thylacinus cynocephalus, berasal dari Australia dan pulau Papua, sudah dinyatakan punah pada abad ke-20. Hewan ini disebut Harimau Tasmania karena punggungnya yang bercorak belang. Namun ada juga yang menyebutnya Serigala Tasmania. Memiliki nama lain Harimau Tassie (atau Tazzy) atau cukup harimau saja. Merupakan spesies terakhir dari genus Thylacinus. Sebagaian besar spesiesnya ditemukan dalam bentuk fosil yang berasal dari awal zaman Miosen.

Harimau Tasmania punah di daratan Australia ribuan tahun sebelum kedatangan bangsa Eropa di Australia, namun berhasil bertahan di pulau Tasmania bersama dengan sejumlah spesies endemik lainnya, termasuk setan Tasmania. Selain akibat perburuan berhadiah yang berlebihan, kepunahan hewan ini mungkin juga disebabkan oleh serangan penyakit, anjing, dan gangguan manusia terhadap habitatnya. Meskipun secara resmi dianggap telah punah, laporan tentang terlihatnya hewan ini masih ada.

Nah, para ilmuwan Australia mengungkapkan rencana mereka untuk menghidupkan kembali binatang buas tersebut lewat cara kloning DNA. Dilansir Newscientist, harapan untuk menghidupkan kembali Harimau Tasmania berawal dari penemuan spesimen bayi tersebut yang berusia 108 tahun. Dalam sebuah stoples kecil terkunci di Museum Melbourne, para ilmuwan menemukan spesimen bayi harimau yang telah dipelihara secara kebetulan, setelah dijatuhkan dalam etanol 108 tahun yang lalu.

Hal ini membuat para ahli bersemangat dan mengatakan bahwa penemuan ini merupakan langkah penting untuk membawa hewan ikonik itu kembali dari kepunahannya.

“Karena genom ini adalah salah satu spesies yang paling lengkap untuk spesies punah, secara teknis ini merupakan langkah pertama dalam membawa kembali thylacine,” kata Profesor Andrew Pask,pemimpin penelitian, dari Melbourne Associate University. ** Baca juga: Unik, Secangkir Kopi Jadi Mas Kawin dalam Pernikahan Pasangan Ini

Professor Pask mengatakan bahwa kloning DNA dapat terjadi setidaknya 10 tahun lagi, karena pekerjaan genom sangat rumit. Harimau Tasmania yang berasal dari Australia dan Papua secara resmi dinyatakan punah pada 1986, 50 tahun setelah kematian harimau terakhir yang diketahui di Kebun Binatang Hobart pada 1936 lalu.(ilj/bbs)