Gara-gara Punya Rambut Panjang, Pria Ini Dipecat dari Tempatnya Bekerja

kabar6.com
Sid Ouared.(YouTube)

Kabar6-Tiap orang memiliki model rambut sesuai keinginannya. Namun gara-gara model rambut ini juga, seorang pria bernama Sid Ouared (26) dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.

Dikatakan Sid, British Airways (BA) memutuskan kontrak setelah meminta untuk memotong rambutnya yang memang panjang. Melansir Dailymail, pria itu menjelaskan bahwa pihak perusahaan mengatakan rambut yang dimilikinya seperti wanita dan menyalahi aturan berseragam.

“Mereka pada dasarnya berkata, ‘potong, taruh dalam turban seperti orang Sikh atau jadikan gimbal seperti Ratafarian’. Aku bukan orang-orang seperti itu dan aku tidak percaya mereka ingin membuatku memakai rambut yang bukan aku,” kata Sid.

Diketahui, Sid ketika itu bekerja sebagai customer service di bandara Heathrow, Inggris. Ia memang punya rambut panjang yang sering dibentuk seperti konde ketika bekerja. Kontrak Sid diputus British Airways saat baru bekerja selama dua minggu. Diduga, masalahnya adalah karena Sid tidak memotong atau membuat rambutnya seperti yang diinginkan perusahaan.

“Jadi karena aku bukan wanita, aku tidak diperbolehkan untuk punya gaya rambut ini. Itu benar-benar seksisme. Aku diberitahu oleh seorang member manajemen di BA (British Airways), ‘rambutmu seperti wanita’. Ratusan wanita yang bekerja untuk BA dan bekerja bersamaku menata rambut seperti itu. Tapi aku didiskriminasi karena itu,” urainya.

Sebelum kontraknya diputus, Sid telah berusaha untuk menutupi rambut dengan memasukkannya ke dalam kerah baju. Sayang, menurut perusahaan penerbangan BA, hal itu masih melanggar aturan. Dalam aturan memang disebutkan jika rambut pria yang dikuncir hanya dibolehkan jika gimbal.

“Perusahaan seharusnya menjelaskan mengapa pria tidak boleh punya rambut panjang dan diikat di belakang seperti wanita,” kata Emma O’Leary, pakar hukum ketenagakerjaan. ** Baca juga: Rusak Rumah Tangga Orang, Seorang Pria Harus Bayar Rp127 Miliar

Sementara itu pihak British Airways menolak berkomentar karena menganggapnya sebagai kasus individu. Bagaimana menurut Anda?(ilj/bbs)