oleh

Adakah Pengaruh Polusi Terhadap Kesehatan Mata?

Kabar6-Mata manusia adalah organ sensorik utama yang memberi reaksi pada cahaya, dan mengirimkan informasi visual ke otak. Karena itulah, penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan mata agar tetap terjaga kesehatannya.

Nah, di sejumlah kota besar seperti Jakarta, tingkat polusi cukup tinggi yang ditimbulkan oleh asap kendaraan, kurangnya tanaman hijau, dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja dapat menganggu kesehatan mata.

Apa saja sih bahan-bahan kimia yang terkandung dalam polusi udara dan berbahaya untuk kesehatan? Melansir Healthmeup, berikut uraiannya:

1. Carbon monoksida
Biasanya dihasilkan oleh emisi kendaraan bermotoy, AC, dan mesin pemanas

2. Nitrogen dioxide
Merupakan bahan emisi dari kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik. Dapat menyebabkan reaksi alergi dan juga hujan asam

3. Bahan partikel kecil
Partikel kecil ini tersebat di atmosfir dan menyebabkan reaksi alergi.

4. Sulphur dioxide
Mengeluarkan bau seperti telur busuk dan biasanya dihasilkan oleh industri. Sulphur dioxide menyebabkan pandangan mata berkabut dan sangat mengiritasi kulit, mata dan saluran pernapasan.

5. Bahan polutan lainnya seperti asbestos, arsenic, benzene dan lain-lain
Bahan polutan ini merusak lapisan ozon dan menyebabkan iritasi kronik pada mata dan kulit, bahkan dapat menyebabkan kanker. ** Baca juga: Apa Saja Pengaruh Konsumsi Minuman Beralkohol pada Kulit?

Terdapat beberapa gejala pada mata yang berkaitan dengan polusi udara. Gejala dapat bervariasi mulai dari iritasi yang sederhana sampai alergi berat, katarak bahkan kanker.

Gejala-gejala yang timbul misalnya mata merah, rasa terbakar, mata berair, rasa gatal, mata terasa kering, kesulitan melihat karena mata sangat berair, serta reaksi alergi seperti gatal-gatal yang parah, pembengkakan kelopak mata, masalah penglihatan dan risiko infeksi seperti konjungtivitis.

Hal yang tidak boleh dilakukan dalam pengobatan iritasi mata adalah menggosok mata, karena dapat meningkatkan risiko terkena alergi dan memperparah terjadinya infeksi.(ilj/bbs)

Berita Terbaru