Home / Aneka Berita / Sehat / Ada 3 Mitos Penghambat Penurunan Berat Badan
Ilustrasi/bbs

Ada 3 Mitos Penghambat Penurunan Berat Badan

Kabar6-Banyak informasi seputar penurunan berat badan yang belum dibuktikan kebenarannya. Bahkan, beberapa mitos yang beredar di masyarakat dipercaya sebagai cara efektif menurunkan berat badan.

Padahal menjalankan mitos yang salah akan merugikan kesehatan. Melansir Kompas, berikut tiga mitos penurunan berat badan yang kurang tepat:

1. Pembatasan kalori adalah kunci
Fitness guru sekaligus mantan pelatih Biggest Loser, Tiffiny Hall, menjelaskan bahwa pembatasan kalori yang berlebihan bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi penting seperti protein dan karbohidrat. Padahal, keduanya mampu membantu pembakaran lemak dan membangun otot. Pembatasan kalori berlebih justru berpotensi membuat kita makan berlebih setelahnya.

Sementara itu, pelatih kesehatan tersertifikasi holistik Lee Holmes mengatakan, berat badan sehat yang bertahan dalam jangka panjang tidak hanya dihasilkan karena pembatasan atau pembakaran kalori.

“Beberapa makanan rendah kalori justru bisa merusak tubuh, seperti snack bar 100 kalori yang mengandung banyak gula buatan dan bisa membuat kita kembung,” kata Holmes.

2. Harus menghabiskan waktu berjam-jam di gym
“Ketika kita menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran secara terus menerus, lama kelamaan tubuh akan merasa terbiasa. Hal itu bisa membuat latihan ke depannya menjadi kurang efektif,” kata Tiffiny.

Tiffiny menganjurkan pola latihan yang terdiri dari 20 menit latihan intensitas tinggi. Sedangkan Lee mengatakan bahwa latihan interval bisa sama efisien dan efektifnya dengan latihan jangka panjang. “Penting pula untuk memberikan waktu bagi tubuhmu untuk pemulihan setelah olahraga,” katanya.

3. Menggunakan jus detoks untuk penurunan berat badan jangka panjang
“Jika begitu, maka kamu kehilangan berat air, bukan lemak. Hal itu tidak terlalu bagus untuk jangka pendek dan sangat tidak bagus untuk jangka panjang,” jelas Tiffiny.

Lee menambahkan, jenis diet datang dan pergi seperti berat badan yang fluktuatif. “Keseimbangan dan pola makan bijak adalah kuncinya. Carilah pendekatan jangka panjang untuk berat badanmu,” kata Holmes. ** Baca juga: Jangan Abaikan untuk Sering Ganti Celana Dalam

Semoga bermanfaat.(ilj/bbs)

Check Also

Benarkah Cokelat Memang Baik untuk Kesehatan?

Kabar6-Tidak hanya lezat, cokelat pun bisa meningkatkan mood. Cokelat mengandung sejumlah bahan kimia yang menghambat ...