oleh

Tragis, Mata Wanita Brasil Ini Buta Usai Operasi Sedot Lemak

Kabar6-Nasib Shirin Saraeian memang sungguh tragis. Alih-alih ingin terlihat lebih cantik dengan tubuh ramping, wanita asal Brasil kelahiran Iran ini justru menjadi buta setelah operasi sedot lemaknya gagal.

Ya, Saraeian kehilangan penglihatannya setelah menjalani operasi abdominoplasty dan liposculpture di Sao Paolo, Brasil. Mirisnya, dokter pun enggan menolong meski Saraeian sudah meminta bantuan.

Diketahui, operasi abdominoplasty prosedur dilakukan untuk menghilangkan kulit dan lemak berlebih di perut. Sementara liposculpture merupakan pembedahan yang digunakan untuk memberi lebih banyak bentuk otot dan bentuk tubuh.

Kebutaan yang dialami Saraeian diakibatkan kurangnya perawatan pasca-operasi oleh seorang ahli bedah terkenal yang memiliki lebih dari 155 ribu followers di Instagram. “Jika dia memberi saya sedikit perhatian, saya akan senang hari ini. Putri saya akan senang. Tapi sayangnya saya buta sekarang,” kata Saraeian.

Kisah berawal, melansir thesun, pada April lalu ketika Saraeian memutuskan pergi ke dokter ahli bedah, Renato Tatagiba, yang terkenal dan rela merogoh kocek sekira Rp157,3 juta. Saraeian lantas menjalani operasi pada 30 April dan pulang keesokan harinya. Dua hari setelahnya, Saraeian mengalami mual dan sakit kepala, dan wanita itu pun menghubungi Dr Tatagiba yang merawatnya melalui perpesanan WhatsApp.

“Kemarin sore mata kiri saya tiba-tiba menjadi buruk dan sekarang saya tidak bisa melihat apa-apa dengan mata ini. Apa yang harus saya lakukan? Saya sangat takut. Apa yang harus saya lakukan?,” demikian isi pesan Whatsapp yang ditulis Saraeian.

Ia berkali-kali mengirim pesan kepada dokter bedah tersebut. Namun tanggapan yang diterima, Saraeian malah diminta mengambil suntikan antibiotik dan obat. Dia juga diminta pergi ke ahli saraf dan dokter mata.

Gejala yang dirasakan Saraeian makin buruk, dan ia tetap menghubungi dokter bedah tersebut. “Saya tidak bisa melihat apa-apa. Saya punya dua anak perempuan. Tolong bantu saya,” tulis Saraeian lagi. ** Baca juga: Presenter Televisi Dihukum Penjara Karena Minta Terpidana Pemerkosa Simulasikan Aksinya Saat Siaran Langsung

Selanjutnya, Saraeian dilarikan ke rumah sakit lima hari kemudian. Di rumah sakit, dia harus menerima tiga kantong transfusi darah. Saraeian kehilangan penglihatan penuh di mata kirinya dan penglihatan parsial di mata kanannya.

Kondisi ini terjadi karena neuropati optik iskemik atau kerusakan pada saraf optik karena terputusnya suplai darah. Sementara itu pengacara Saraeian, Rodrigio Martini, menyesalkan tindakan seorang dokter pasca-operasi tidak memberikan perhatian yang diperlukan kepada pasien hingga menjadi buta.

“Tindakan pasca-operasi dapat dilihat sebagai kegagalan untuk memberikan bantuan. Dia kehilangan penglihatannya karena perawatan yang buruk setelah operasi dan keterlambatan untuk merespon ketika dia mulai mengalami gejala pertama kehilangan penglihatan,” ujar Martini.

Sebaliknya, Perhimpunan Bedah Plastik Brasil dan Dewan Federal Obat-obatan mengatakan, ahli bedah yang merawat Saraeian mengaku mengikuti semua rekomendasi pada saat melepaskan pasien.

“Saya akan membuktikan bahwa saya bertindak tepat dalam parameter normal,” tambah Martini. Pengacara Saraeian itu telah mengajukan permintaan kepada jaksa Brasil untuk membuka penyelidikan polisi. Martini menuduh dokter mencederai tubuh pasien.(ilj/bbs)

Berita Terbaru