oleh

Picu Kecaman, Mahasiswa PhD di Inggris Terbitkan Makalah Tentang Pengalaman Rancap Dirinya

Kabar6-Seorang mahasiswa PhD dari University of Manchester, Inggris, bernama Karl Andersson banjir kecaman karena makalah yang dibuatnya dinilai kontroversial.

Makalah itu, melansir theblaze, mendokumentasikan pengalaman Andersson melakukan rancap atau masturbasi dengan bantuan komik yang menampilkan anak laki-laki. Mahasiswa asal Swedia ini mengaku menghabiskan waktu tiga bulan untuk meneliti bagaimana pembaca ‘mengalami kenikmatan seksual’ ketika membaca komik ‘Shota’ Jepang. Ia membuat catatan ‘refleksi diri yang kritis’ di sepanjang apa yang disebut sebagai penelitian.

“Saya telah menabrak tembok dalam penelitian saya,” demikian tulis Anderson dalam abstrak makalahnya yang terdiri dari 4.000 kata, diterbitkan dalam jurnal Qualitative Research.

“Wawancara semi-terstruktur (Bernard, 2006) hanya dapat membawa Anda sejauh ini, terutama ketika topiknya sensitif (Lee, 1993), yang merupakan milik saya,” lanjut tulisan Anderson. “Jadi saya menyadari bahwa tubuh saya dilengkapi dengan alat penelitiannya sendiri yang dapat memberi saya, secara harfiah, pemahaman langsung tentang shota.”

Andersson juga menyimpulkan, rancap bisa menjadi tindakan ‘perawatan diri’. “Berpikir lebih kritis tentang masturbasi saya sendiri juga membuat saya bertanya-tanya apakah semua seks adalah masturbasi, dalam arti bahwa orang-orang fokus pada kesenangan mereka sendiri dan menggunakan orang lain sebagai ‘materi masturbasi’,” tulis Andersson lagi.

Diketahui, Shota mengacu pada genre komik Jepang yang dikenal karena menggambarkan anak laki-laki muda dalam situasi yang menjurus ke arah seksual, seringkali dengan pria dewasa.

Genre ini dipandang sebagai padanan laki-laki dari ‘lolicon’, menampilkan gadis-gadis pra-remaja yang melakukan pertemuan erotis dengan sebagian besar pria dewasa. ** Baca juga: Setelah 30 Tahun Terungkap Foto UFO yang Disebut ‘Paling Jernih’ di Dunia

Meskipun diterbitkan secara online pada April, makalah itu menjadi viral di Twitter awal pekan ini, dan memicu perdebatan tentang etika serta nilai penelitian. Banyak yang mempertanyakan etika makalah tersebut, mengatakan itu berbatasan dengan paedofilia karena sifat komik Shota.

Para akademisi juga merobek makalah tersebut, menyebut pendapat Andersson tentang penelitian kualitatif yang ‘lazy’, ‘navel-gazing’ dan ‘mere wanking’.

Menyusul reaksi tersebut, baik pihak universitas maupun jurnal mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan atas makalah tersebut pada saat penulisan.(ilj/bbs)