oleh

Mana yang Lebih Baik, Diet Rendah Karbohidrat atau Rendah Kalori?

Kabar6-Pilihan diet yang paling banyak dilakukan oleh para kaum hawa saat ini adalah diet rendah karbohidrat dan diet rendah kalori. Sebenarnya, manakah yang lebih efektif dalam menurunkan berat badan?

Dasar dari diet rendah karbohidrat adalah mengendalikan kadar gula darah. Hal ini dikarenakan karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah Anda yang memicu pelepasan insulin, yang akan membuat metabolisme atau pemecahan lemak menjadi lebih sulit.

Jadi, dengan mengurangi jumlah karbohidrat, kadar gula darah Anda pun akan menjadi lebih rendah sehingga insulin yang dihasilkan juga lebih sedikit, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya penurunan berat badan. Selain itu, karena karbohidrat tidak ada, maka tubuh pun akan membakar lemak sebagai sumber energi pengganti.

Namun, melansir Sheknows, para ahli tetap saja tidak menyetujui adanya hubungan antara penurunan berat badan pada diet rendah karbohidrat dengan kadar gula darah atau kadar insulin.

Orang-orang yang melakukan diet rendah karbohidrat biasanya dengan ketat menghindari atau bahkan sama sekali tidak mengonsumsi berbagai jenis makanan tertentu seperti roti, beras, sayuran yang mengandung banyak karbohidrat seperti kentang dan wortel, serta buah-buahan.

Akibatnya, orang yang melakukan diet rendah karbohidrat biasanya mengonsumsi banyak protein dan lemak serta rendah serat, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda bila dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak protein juga akan berdampak buruk pada fungsi ginjal, yang harus bekerja lebih keras untuk memetabolisme lebih banyak protein.
Mengonsumsi terlalu banyak protein juga dapat meningkatkan pelepasan kalsium dari dalam tulang, yang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang, terutama pada wanita.

Tetapi, karena penurunan berat badan dapat terjadi dalam waktu singkat, maka diet rendah karbohidrat ini pun menjadi cukup terkenal di kalangan kaum hawa. Tergantung dari berapa banyak berat badan yang ingin diturunkan, Anda dapat mengalami penurunan 5-10 kg hanya dalam waktu dua minggu pertama.

Meskipun demikian, penurunan berat badan yang cukup cepat ini hanya berlangsung dalam waktu singkat. Hal ini karena penurunan konsumsi karbohidrat membuat tubuh Anda kehilangan cukup banyak cairan pada dua minggu pertama, di mana penurunan berat badan ini akan mulai melambat setelah dua minggu pertama berlalu.

Selain itu, karena penurunan berat badan awal hanya terjadi akibat keluarnya cairan, maka sangatlah mudah bagi Anda untuk kembali mengalami peningkatan berat badan.

Karena banyaknya makanan yang harus dihindari, maka diet rendah karbohidrat bukanlah diet yang dapat dilakukan dalam waktu lama. Sebagian besar orang yang melakukan diet ini hanya dapat bertahan satu tahun.

Jadi, apa yang harus dilakukan? Jawaban paling tepat adalah dengan menjaga keseimbangan antara berapa banyak karbohidrat dan berapa banyak kalori yang Anda konsumsi setiap harinya.

Kunci paling penting untuk menurunkan berat badan adalah dengan menghitung dan membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi setiap harinya. Selain itu, tingkatkan pembakaran kalori melalui olahraga secara teratur.

Bila dua hal itu dilakukan, maka Anda pun dapat menjaga berat badan untuk waktu yang cukup lama. ** Baca juga: Konsumen Saat Pandemi Lebih Pilih Kualitas Ketimbang Harga Murah

Hal yang perlu diingat, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu sedikit kalori, karena membatasi konsumsi kalori secara berlebihan dapat memicu Anda untuk makan secara berlebihan, memperlambat metabolisme tubuh, dan menyebabkan terjadinya defisiensi (kekurangan) berbagai nutrisi penting (efek jangka panjang).

Para ahli juga menyarankan agar para wanita mengonsumsi karbohidrat tertentu atau yang biasa dikenal dengan karbohidrat ‘baik’ (bukannya sama sekali tidak mengonsumsi karbohidrat), yaitu karbohidrat kompleks yang mengandung indeks glikemik rendah hingga sedang seperti roti gandum, sereal, dan kacang-kacangan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru