oleh

Jalani Lebaran dengan 3 Rumus Sehat

Kabar6-Perayaan Lebaran selalu identik dengan makan bersama sanak keluarga. Hal lain, menu tradisional khas Indonesia yang penuh rempah dan kaya bumbu seperti ketupat, opor ayam, rendang, semur daging, dan sambal goreng ati menjadi menu wajib yang selalu ada dalam perayaan Idul Fitri.

Namun di balik kelezatan hidangan Lebaran, ada bahaya yang mengancam bagi kesehatan. Hal ini disebabkan berbagai menu hidangan tersebut cenderung tinggi karbohidrat dan lemak yang dapat memicu penyakit usai Lebaran.

Namun jangan khawatir karena Anda tetap bisa berlebaran dengan sehat. Bagaimana caranya? Melansir Hellosehat, berikut tiga rumus sehat yang bisa diikuti:

1. Sehat 1, kendalikan nafsu makan agar sehat saat lebaran
Meskipun baru saja melewati Ramadan di mana kita diwajibkan menahan lapar dan haus, bukan berarti saat Lebaran dapat memuaskan diri dengan berbagai makanan, lho.

Tetap kendalikan nafsu makan, dan makanlah sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda. Cara menghitung kalori harian cukup mudah, untuk pria yaitu 30 kkal x berat badan, sedangkan wanita adalah 25 kkal x berat badan.

Untuk mengatasi nafsu makan yang berlebih, Anda dapat mengonsumsi makanan pembuka sebelum berkunjung. Anda bisa makan satu buah apel beserta kulitnya, karena kulit apel dapat mengendalikan nafsu makan, sehingga tidak kalap ketika melihat banyaknya sajian Hari Raya.

Jika kurang suka apel, Anda bisa memakan buah-buahan kaya air lainnya seperti semangka, melon, atau pepaya. Buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk juga dapat mampu menetralisir lemak yang dikonsumsi.

2. Sehat 2, makan dengan ‘3 Tepat’
Makan seimbang kadang kala menjadi tantangan sendiri di momen Hari Raya. Makanan yang tersedia cenderung kurang baik bagi kesehatan. Tapi, bukan berarti Anda harus menghindari santapan khas Lebaran, yang perlu Anda lakukan adalah memilih dengan ‘3 Tepat’, yaitu:

a. Tepat jadwal
Makanlah sesuai jadwal makan seperti di hari-hari lain. Makan besar tetap 3 kali sehari (sarapan, makan siang, makan malam) dan boleh diselingi snack 2 kali yaitu pada pukul 11.00 dan pukul 17.00. Ada baiknya snack yang dimakan mengandung serat tinggi misalnya buah-buahan dan sayuran.

Fungsi makanan snack atau camilan adalah untuk mengondisikan perut dalam keadaan yang tidak terlalu kosong. Hal ini mencegah makan dalam porsi banyak pada saat jadwal makan besar.

Tidak lupa pula, jangan biasakan selalu makan di setiap rumah, bila berkunjung untuk silaturahmi. Berkomitmenlah untuk mematuhi, maka Anda bisa merayakan Lebaran dengan sehat dan aman.

b. Tepat jumlah
Jumlah makanan yang kita makan juga perlu diperhitungkan. Jumlah makanan yang direkomendasikan oleh para ahli gizi adalah karbohidrat (45-60 persen dari total kalori harian), lemak (20-25 persen dari total kalori harian), protein (10-20 persen dari total kalori harian), serat (> 25 gram/hari), dan garam maksimal 3.000 gram.

Bila Anda kesulitan untuk menghitung dengan cara di atas, solusinya cukup ambil makanan yang bervariasi dengan komposisi seimbang dan menggunakan piring kecil.

Hal ini dimaksudkan untuk mencegah Anda makan dalam porsi besar. Lebih baik, makan porsi sedikit dan sering dibandingkan makan dalam porsi besar dalam satu waktu. ** Baca juga: Trik Sehat Jaga Berat Badan Tidak Naik Saat Lebaran

c. Tepat jenis
Jenis makanan pada Hari raya sangat beragam. Pilihlah makanan yang Anda suka dengan mempertimbangkan kandungan gizi dari makanan tersebut. Hindarilah makanan yang terlalu pedas dan terlalu asam karena dapat meningkatkan kadar asam lambung.

Begitu pun sebaiknya pilih makanan yang direbus atau dipanggang daripada makanan yang digoreng dan penuh santan. Makanan yang digoreng dan penuh santan dapat menaikkan kadar kolesterol Anda yang akan menimbulkan gejala mual, pusing, nyeri tengkuk atau nyeri perut.

Batasi pula konsumsi makanan asin dan minuman manis dalam jumlah banyak. Kafein dan alkohol harus dihindari, begitu pun aneka jeroan yang mampu menaikkan asam urat Anda. Perbanyak minum air putih.

3. Sehat 3, silaturahmi sehat saat Lebaran
Lebaran adalah momen yang tepat untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Bersilaturahmilah dengan sehat. Biasakan untuk berjalan kaki menuju rumah kerabat yang tidak terlalu jauh atau sengaja memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi silaturahmi.

Selain itu, perbanyaklah senyum, karena mampu merangsang keluarnya hormon endorfin, sebuah hormon yang mampu menciptakaan perasaan bahagia. Jangan lupa kenali kemampuan tubuh Anda. Segeralah beristirahat bila mulai kelelahan dengan waktu tidur yang cukup.

Selamat Idul Fitri.(ilj/bbs)

Berita Terbaru