oleh

Apa Perbedaan Antara Kurang Tidur dan Insomnia?

Kabar6-Selama ini banyak orang menganggap bahwa kurang tidur sama dengan insomnia, atau kurang tidur disebabkan oleh insomnia. Benarkah demikian?

Menurut ahli pengobatan perilaku tidur bernama Allison Siebern, Ph.D., melansir Womantalk, keduanya sangat berbeda satu sama lain, meski memiliki gejala yang berdekatan.

“Insomnia adalah gangguan tidur klinis, di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur dan tetap tertidur, sedangkan kurang tidur tidak seperti itu. Anggap saja seperti ini. kurang tidur terjadi pada seseorang yang memiliki kebutuhan waktu tidur tujuh jam, tetapi tidak tidur selama itu. Insomnia adalah ketika seseorang sudah berada di tempat tidur mencoba untuk tidur tujuh jam semalam, tetapi sulit melakukannya,” papar Siebern.

Jadi, kurang tidur bukan tidak berarti Anda tidak tidur sama sekali, seperti yang banyak terjadi pada penderita insomnia.

Dijelaskan pendiri dan kepala petugas medis dari perusahaan teknologi tidur, Ebb Therapeutics bernama Eric Nofzinger, MD, secara sederhana, kurang tidur terjadi ketika Anda tidak mendapatkan kualitas tidur yang cukup, dan memiliki karakteristik gangguan siang hari yang diakibatkan oleh kelelahan, rasa kantuk, kehilangan energi dan konsentrasi, serta gangguan memori yang disebabkan karena tidak cukup tidur.

Tanda Anda mengalami kurang tidur yang paling mudah dilihat adalah dari minuman yang dikonsumsi di siang hari.

“Jika Anda minum lebih dari satu cangkir kopi atau minuman berenergi untuk menjalani hari, kemungkinan besar Anda kurang tidur. Tanda lainnya adalah sering menguap dan membayangkan berbaring sepanjang hari. Meski semua orang kekurangan energi di sore hari, tetapi jika Anda kurang tidur, itu seperti mencoba lari maraton di semen basah,” terang Alex Dimitriu, M.D., seorang psikiater dan dokter pengobatan tidur.

Ditambahkan Nofzinger, jika Anda tidur nyenyak di malam hari dan memiliki cukup waktu di tempat tidur untuk beristirahat, Anda biasanya tidak akan merasakan keinginan untuk berbaring, istirahat, atau tidur pada siang hari.

Jadi, jika semua perasaan itu Anda rasakan di siang hari, bisa jadi Anda mengalami kurang tidur di malam hari. ** Baca juga: Olahraga Bikin Kulit Kembali Muda

Menurut psikolog klinis Kevin Gilliland, Psy.D., Anda sebaiknya tidak menganggap enteng masalah kurang tidur, karena saat ini tidak ada yang lebih penting daripada menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat dan suasana hati yang baik untuk mengurangi stres, dengan konsisten mendapatkan tidur yang nyenyak selama 7-8 jam setiap malam.(ilj/bbs)

Berita Terbaru