oleh

Siap-Siap Daerah Tanggung Rp78 miliar, Jika 283.059 Warga Miskin Banten Iuran Kesehatannya Jadi Dialihkan

Kabar6-Menyusul dicoretnya nama-nama penerima iuran BPJS Kesehatan di Provinsi Banten yang dibiayai PBI pusat agar bisa terus dicover kesehatannya oleh pemerintah.

Kasi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Provinsi Banten, Rostina mengaku, telah memperhitungnya apabila rencana tersebut terjadi.

Hal itu menyul adanya pencoretan 283.059 warga miskin di Banten yang iuran kesehatannya dihapus dari list penerima PBI pusat, disisi lain, berdasarkan data milik Dinkes Banten, lanjut Rostina, iuran BPJS kesehatan yang dibayayai PBI pusat pada bulan Agustus kemarin justeru mengalami penurunan menjadi 3.365.801 orang, dari sebelumnya Juli kemarin mencapai 3.600.379 orang.

Pihaknya juga tidak melihat ada penyesuaian angka dari kejadian pencoretan PBI tersebut, dengan penerima PBI baru agar angkanya sesuai dengan penerima PBI pusat pada bulan-bulan sebelumnya, sebelum rencana penghapusan PBI pusat tersebut mulai bergulir.

Pihaknya khawatirkan kejadian itu akan semakin membani APBD Provinsi Banten jika iuran premi asuransinya jadi dipindahkan ke daerah, sebagaimana isu yang beredar, jika penerima iuran PBI yang dicoret tadi agar bisa dicover oleh APBD jika masih dianggap layak menerimanya.

“Saya sudah hitung, nilainya mencapai Rp78 miliar lebih. Hitungannya, Rp23 ribu per-orang setiap bulannya, dikalikan 12 bulan, dikalikan dengan 283.509,” kata Rostina, kepada Kabar6.com, di ruang kerjanya, Senin (19/8/2019).

Sebelumnya, Kepala BPJS Serang Sofyeni mengatakan, penghapusan data penerima iuran PBI pusat itu disebabkan oleh banyak faktor, antaranya meninggal dunia, perubahan status miskin menjadi tidak lagi miskin dan masih banyak lagi.

Pihaknya juga mengatakan jika proses pendataan penerima PBI tersebut, bukan menjadi urusannya BPJS Kesehatan, melainkan Kemensos RI yang kemudian ditetapkan oleh pihak Kemenkes RI atas usulan Pemda, BPJS Kesehatan hanya penerima laporannya saja.**Baca juga: Ribuan PBI Pusat Dicoret, Katanya Diganti Peserta Baru, Kenyataan Datanya Turun.

Saat dikonformasi mengenai penurunan jumlah penerima PBI pusat dari bulan Juli ke Agustus tadi, Sofyeni belum bisa menjelaskan lebih jauh. “Maaf saya sedang ada kegiatan pertemuan,” pungkasnya.(Den)

Berita Terbaru