oleh

Ham, Simpanse Pertama yang Pergi ke Luar Angkasa

Kabar6-Pada periode 1960-an hingga 1980-an, para ilmuwan tengah giat-giatnya mengeksplor luar angkasa demi mengembangkan ilmu pengetahuan. Mereka berupaya melakukan penjelajahan luar angkasa semaksimal mungkin untuk mencapai sejumlah kepentingan.

Sebenarnya, eksplorasi luar angkasa ini tidak bukan sekadar untuk kepentingan ilmu pengetahuan, karena beberapa negara ingin membuktikan kehebatannya melalui cara ini. Diketahui, Amerika Serikat dan Rusia selalu bersaing dalam urusan penjelajahan luar angkasa.

Dalam eksplorasi luar angkasa ini, selalu ada misi untuk memboyong manusia ke luar angkasa. Tentunya hal ini membutuhkan pertimbangan dan pengujian yang cukup panjang.

Karena itulah, para ilmuwan kerap menggunakan hewan sebagai bahan uji coba sebelum mengantarkan manusia ke luar angkasa. Sebelum akhirnya manusia berhasil menembus luar angkasa, tercatat ada beberapa uji coba yang melibatkan hewan. Salah satu hewan yang pernah singgah di luar angkasa adalah simpanse.

Pada 31 Januari 1961, melansir keepo.me, seekor simpanse di Florida Selatan yang bernama Ham, terlibat dalam sebuah misi ruang angkasa, sebagai primata pertama yang menjelajah luar angkasa. Seorang dokter hewan memberikan sebuah pisang pada simpanse yang berbobot 16kg itu, sebelum naik ke kereta luncur roket. Ketika Ham mulai mengupas kulit pisang tersebut, perjalanan antariksa pun dimulai.

Ham ditempatkan di sebuah kapsul ruang angkasa Project Mercury MR-2 NASA. Diketahui, sebelum akhirnya Amerika berhasil mengirim manusia ke bulan pada 1969, dan sebelum Rusia meluncurkan satelit buatan pertama pada 1957, kedua negara ini kerap menggunakan hewan untuk uji coba luar angkasa.

Rusia biasanya menggunakan hewan anjing pada percobaannya. Misi memboyong anjing ke antariksa dilakukan pada 1951 dan 1952 dengan membawa sembilan ekor anjing ke antariksa. Tiga dari sembilan anjing tersebut mati saat dan setelah misi dilancarkan.

Berbeda dengan Rusia, AS lebih memilih simpanse untuk objek uji coba proyek luar angkasa. Pemilihan simpanse ini didasarkan pada penilaian bahwa simpanse mempunyai karakter fisik dan mental yang mirip dengan manusia. Berbagai macam pelatihan dan perawatan kesehatan pun dilakukan sebelum simpanse tersebut menjalani misi.

Sebelum pergi ke luar angkasa, Ham tinggal di kebun binatang nasional di Washington DC. Setelah misi selesai, Ham dipindahkan ke Kebun Binatang Carolina Utara. Ham meninggal di usia 26 tahun pada 1983. ** Baca juga: Susah Diucapkan, Ini 5 Tempat dengan Nama Terpanjang di Dunia

Simpanse itu pun dikuburkan di New Mexico Museum of Space History, Alamogordo, New Mexico.(ilj/bbs)

Berita Terbaru