oleh

Fenomena Rakun Zombi Pernah Ditemukan di New York

Kabar6-Ada fenomena aneh yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Pihak berwenang dan ilmuwan dibuat bingung dengan adanya fenomena rakun zombi di New York. Rakun tersebut tampak kebingungan dan memiliki ‘kerak’ pada bagian mata sebelum akhirnya mati.

Dalam sebuah laporan, melansir newsweek, tercatat terdapat 176 rakun zombi yang telah mati di Central Park, New York. Kemudian, tiga rakun yang bertingkah aneh sebelum mati juga ditemukan di Pelham Bay Park, Bronx. Ilmuwan memperkirakan, rakun ini mati karena terdapat sebuah virus yang mewabah dan menjangkiti binatang tersebut.

Peneliti yakin, hal ini ada kaitannya dengan virus distemper anjing. Virus tersebut termasuk mematikan bagi hewan, namun tidak dapat menyerang manusia. Virus juga akan menyebar ke anjing yang tidak divaksinasi. Setiap rakun yang sakit diketahui telah di-eutanasia secara manusiawi.

Diketahui, eutanasia merupakan praktik pencabutan nyawa manusia atau hewan melalui cara-cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit, atau setidaknya meminimalisir rasa sakit. ** Baca juga: Mengerikan! Seorang Pria Asal AS Tewas Akibat Amuba Pemakan Otak

Rakun zombi Pelham Bay Park ditemukan dalam kandang anjing, tepatnya di area Playground for All Children. Seekor rakun yang kebingungan dengan kerak pada matanya ditemukan di Brooklyn’s Prospect Park, dan dikirim untuk pengujian laboratorium.

Rakun tersebut positif terjangkit virus dan segera dilakukan eutanasia. Pihak berwenang tidak percaya bahwa kasus-kasus Pelham Bay terkait dengan wabah yang ada di Central Park. Namun pemilik hewan peliharaan masih disarankan untuk tetap mengikat anjing mereka di kedua taman tersebut.

Itu dilakukan agar anjing tidak tertular virus rakun zombi. Juru bicara pengelola taman menjelaskan, rakun zombi telah berkurang, namun wabahnya masih ada. “Sementara rakun yang sakit telah berkurang di Central Park, wabah dianggap belum berakhir,” jelas Kelly Krause, juru bicara pengelola taman.

Rakun zombi masih akan diteliti oleh para ilmuwan, karena virus ini bisa menyebabkan kematian pada hewan peliharaan terutama anjing.(ilj/bbs)

Berita Terbaru