oleh

Bukan Wuhan, Ilmuwan Tiongkok Sebut COVID-19 Pertama Kali Muncul di AS

Kabar6-Tim ilmuwan Tiongkok berpendapat bahwa kasus pertama COVID-19 muncul pertama kali di Amerika Serikat (AS). Hal itu diketahui dengan menggunakan model matematika.

Menurut tim ilmuwan, melansir rt, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona itu muncul antara April dan November 2019 di timur laut AS, jauh sebelum wabah di Wuhan. “Hasil perhitungan menunjukkan bahwa epidemi COVID-19 di Amerika Serikat memiliki probabilitas tinggi untuk mulai menyebar sekitar September 2019,” demikian keterangan dalam makalah setebal 14 halaman, sebuah repositori yang dioperasikan oleh National Science Library Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Makalah ini ditulis oleh Zhouwang Yang, Yunhe Hu, dan Zhiwei Ding dari University of Science and Technology of China, dan penulis koresponden Tiande Guo dari Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Tim ilmuwan berangkat untuk menyimpulkan waktu asal pandemi berdasarkan metode berbasis data dan model hybrid. Dalam makalah disebutkan, “Mereka memodelkan tingkat tes positif agar sesuai dengan tren aktual dan menggunakan estimasi kuadrat terkecil untuk mendapatkan parameter model yang optimal, sebelum menerapkan estimasi kepadatan kernel untuk menyimpulkan waktu asal pandemi dengan probabilitas keyakinan spesifik.”

Keempat peneliti juga mengklaim, serangkaian penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Italia, Brasil, dan negara-negara lain telah diserang oleh virus corona sebelum wabahnya di Tiongkok.

Secara resmi, kasus pertama COVID-19 terdaftar di AS pada 20 Januari 2020 atau sekira sebulan setelah wabah di kota Wuhan. Para peneliti Tiongkok berpendapat, ada kemungkinan 50 persen dari kasus pertama di 11 negara bagian AS dan Distrik Columbia sebelum itu atau pada awal April 2019 di Rhode Island dan hingga akhir November tahun itu di Delaware.

Sampel mereka sebagian besar terdiri dari negara bagian timur laut AS yaitu Massachusetts, Vermont, New Hampshire, Connecticut, Rhode Island, New York, New Jersey, Delaware, Pennsylvania, Maryland dan Virginia, dengan Michigan dan Louisiana dilemparkan ke dalam sebagai campuran.

Sebagian besar makalah berfokus pada Maryland, lokasi Fort Detrick, pangkalan Angkatan Darat AS yang digunakan untuk meneliti senjata biologis selama Perang Dingin, dan sekarang menjadi tempat program pertahanan biologis AS. ** Baca juga: Pria di AS Tewas dengan Cara Sama Seperti Orang yang Mendonorkan Jantung Kepadanya

Meskipun makalah tersebut tidak secara khusus menyebutkan Fort Detrick, beberapa pejabat Tiongkok telah berulang kali menyatakan bahwa virus itu mungkin berasal dari sana, untuk melawan spekulasi AS bahwa virus itu berasal dari penelitian gain-of-function pada virus kelelawar, yang dilakukan di Institut Virologi Wuhan (WIV).

Apa yang disebut hipotesis ‘kebocoran lab’ berfokus pada pendanaan Institut Kesehatan Nasional AS yang diberikan kepada organisasi nirlaba bernama EcoHealth Alliance, bermitra dengan WIV untuk melakukan penelitian virus Corona kelelawar.(ilj/bbs)

Berita Terbaru