oleh

BPBD Lebak Minta Analisa BNPB soal Banjir di Rangkasbitung

Kabar6-Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, setelah diguyur hujan semalaman, pada Selasa (14/9/2021) dini hari.

Dilaporkan 600 lebih rumah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi dan 400 jiwa mengungsi. Kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai Rp4,8 miliar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mengaku, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) terkait banjir yang kerap terjadi di Rangkasbitung.

Kata Febby, BPBD secara khusus berkoordinasi dengan Deputi Strategi dan Mitigasi Bencana BNPB memohon agar dilakukan analisa terkait banjir di wilayah itu.

“Biasanya nanti mereka yang membuat telaah, banjir di sini akibat apa dan penyebabnya apa,” kata Febby kepada Kabar6.com, Minggu (19/9/2021).

Banjir yang merendam permukiman di wilayah perkotaan pada Selasa lalu memang bukan kali pertama terjadi. Hampir setiap kali hujan dengan intensitas lebat, sejumlah titik permukiman dan ruas jalan di Rangkasbitung tergenang banjir.

“Kalau yang tanggal 13-14 kemarin itu memang hujan ekstrem, tapi saat hujan lebat pun wilayah perkotaan pasti banjir. Seperti banjir sebelum tanggal 13, itu hujan lebat, wilayah Komdik banjir lalu Sentral banjir walaupun tidak separah kemarin,” ungkap Febby.

**Baca juga: Dua Mahasiswa Ditodong Golok oleh Kawanan Begal di Rangkasbitung, Motor dan Laptop Digasak

Dengan bantuan dan teknologi yang dimiliki BNPB, diharapkan dapat dicari tahu penyebab banjir yang melanda Rangkasbitung.

“Jadi kami minta analisa BNPB, biar mereka yang turun dengan teknologi yang mereka punya, seperti dengan pantau udara, mereka juga punya ahli planologi, tata bangunan. Karena kalau banjir pasti ada sesuatu yang salah,” kata Febby.(Nda)

Berita Terbaru