oleh

Air Kemasan Bisa Kedaluwarsa?

Kabar6-Karena lebih praktis, banyak orang memilih air minum kemasan untuk kebutuhan sehari-hari. Nah, pernahkah Anda melihat tanggal kedaluwarsa dalam wadah air minum kemasan saat membelinya di toko?

Air kemasan yang berlabel kedaluwarsa, melansir Healthline, pertama kali diterapkan di New Jersey, Amerika Serikat, pada 1987. New Jersey merupakan kota yang pertama kali dan satu-satunya yang mengeluarkan undang-undang (UU) dengan mewajibkan semua produk makanan termasuk air kemasan memiliki tanggal kedaluwarsa selama dua tahun atau kurang dari tanggal pembuatan.

Ketika UU ini disahkan, pencetakan tanggal kedaluwarsa menjadi standar industri untuk produsen air minum kemasan di negara tersebut. Namun UU ini kemudian diubah, sehingga tidak ada lagi peraturan di Amerika Serikat saat ini yang mewajibkan produsen untuk mencetak tanggal kedaluwarsa pada air minum kemasan.

Meskipun demikian, minum air kemasan dalam botol plastik yang jauh melebihi tanggal kedaluwarsa tentu tidak baik bagi kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan bahan plastik yang digunakan yang mudah larut dalam air seiring lamanya waktu penggunaan.

Bahan kimia seperti Antimon dan Bisphenol A (BPA) jika termakan secara terus menerus, senyawanya akan terakumulasi dalam tubuh dan dapat membahayakan kesehatan usus, imunitas tubuh, dan fungsi pernapasan. Selain itu, air kemasan yang berkarbonasi akan membuat air berubah rasa menjadi hambar.

Menyimpan air kemasan dengan benar dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri dan mengurangi risiko efek samping, seperti mual, sakit perut, muntah, dan diare.

Secara khusus, suhu hangat dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan meningkatkan pelepasan bahan kimia plastik berbahaya ke dalam air. Simpan air kemasan di tempat yang sejuk dan hindari terkena sinar matahari langsung sebagai upaya mengurangi risiko efek kesehatan negatif.

Karena botol plastik juga semi permeable (bisa dilalui zat-zat tertentu), yang terbaik adalah menyimpan air botolan jauh dari bahan-bahan pembersih rumah tangga dan bahan kimia.(ilj/bbs)

Berita Terbaru