oleh

Ritual Balas Dendam dari Berbagai Suku di Dunia

Kabar6-Balas dendam sering dijadikan sebagai salah satu cara untuk menuntaskan rasa sakit hati, penghinaan, atau memberi ‘pelajaran’ kepada seseorang atau pihak lawan atas perbuatan yang mereka lakukan.

Umumnya, orang yang melakukan balas dendam adalah orang yang teraniaya sebelumnya. Berdasarkan catatan sejarah, melansir keepome, sifat balas dendam yang dimiliki manusia ini telah mengakar sejak lama sekali, hanya saja caranya yang berbeda-beda. Ini ritual balas dendam dari berbagai suku yang ada di dunia:

1. Consuming the Suangi
Suku-suku yang ada di Papua Nugini terkenal dengan berbagai ritual menyeramkan. Salah satunya adalah ritual balas dendam dari Suku Komba yang disebut dengan Consuming the Suangi.

Pada adat setempat, Suangi merupakan roh jahat yang dikatakan memakan organ-organ internal para korban dan menggantinya dengan kotoran ataupun rumput. Orang yang terkena Suangi akan merasakan kesakitan yang luar biasa.

Dalam kesakitannya itu, korban akan mengatakan siapa dalang di balik Suangi yang dideritanya. Nah, setelah menyebutkan siapa dalangnya, maka anggota keluarga yang lain akan membunuh dan memakan tubuhnya.

2. Kurdaitcha
Suku Arrente di Australia menjadikan algojo sebagai pekerjaan yang resmi. Algojo tersebut disebut dengan istilah kurdaitcha. Ia ditugaskan untuk memberikan keadilan.

Berdasarkan kepercayaan suku Arrente, kematian dipercaya bukan sebagai hal yang alami. Mereka yakin kalau kematian disebabkan oleh roh jahat atau mantra yang berasal dari musuh-musuhnya.

Jika ada salah seorang anggota suku akan atau bahkan meninggal dunia, orang tersebut akan mengucapkan nama orang yang dianggap sebagai penyebab kematiannya. Nah, di situlah peran kurdaitcha dibutuhkan dan digunakan untuk pembalasan dendam.

3. Vangeful Spirit
Ritual balas dendam yang selanjutnya berasal dari Suku Ifugao yang ada di Filipina. Ritual balas dendam ini dilakukan dengan cara membiarkan orang yang telah meninggal dunia dengan tidak menguburkannya.

Orang yang telah meninggal dunia itu akan dipasangkan jubah upcara dan diikat ke sebuah kursi kematian. Setelah itu, mayat akan diletakan di bawah kursi yang dijaga api.

Setelah 13 hari berlalu, barulah tubuh dari mayat tersebut dikuburkan. Apabila ada kematian yang janggal, maka tubuh mayat akan dibiarkan membusuk. Hal ini dilakukan karena Suku Ifugao percaya kalau dengan cara tersebut, roh yang baru aja pergi bisa bebas untuk membalas dendam kepada siapa saja yang membunuhnya.

4. The Nithing Pole atau Nithstang
Ritual balas dendam yang terakhir berasal dari tradisi orang-orang Pagan yang ada di Jerman. Ritual ini disebut dengan The Nithing Pole atau Nishtang. Ritual yang telah menjadi tradisi orang-orang Pagan ini dilakukan untuk mengutuk musuh dengan cara mendirikan kepala binatang yang telah mati (Nishtang).

Setelah itu, mereka akan membacakan mantra dan kutukan kepada orang yang menjadi sasarannya. ** Baca juga: Ini Sejumlah Penampakan Misterius yang Terlihat dalam Google Earth

Dari keempat cara balas dendam tadi, mana yang menurut Anda paling menyeramkan? (ilj/bbs)

Berita Terbaru