oleh

Paska Longsor, Anak Krakatau Tumbuh Kembali

Kabar6-Gunung Anak Krakatau (GAK) meletus, kemudian longsor dan menyebabkan tsunami di pesisir Selatan Sunda.

Akibatnya, Anak Krakatau menjadi lebih pendek, dari tinggi sebelumnya 338 MDPL, kini hanya 110 MDPL.

Gunung berapi di Selat Sunda itu diprediksi akan terus tumbuh, menggantikan tubuhnya yang longsor.

“Dia akan terus melakukan pertumbuhan, untuk membangun tubuh yang longsor itu, ketinggiannya akan naik lagi, meningkat lagi. Mudah-mudahan tidak ada peningkatan aktifitas magma,” kata Wawan Irawan, Kabid Mitigasi Gunung Api (MGA) PVMBG, melalui sambungan selulernya, Sabtu (29/12/2018).

Magma yang keluar terus menerus dari dapur magma, tidak akan langsung kosong, karena terus tersuplay dari dalam bumi.

Sehingga, tidak mungkin terjadi kekosongan di dapur magma, dan terjadi longsor bawah laut.

Anak Krakatau sejak malam tadi, pukul 00.00 sampai 06.00 wib, telah terjadi letusan sebanyak 20 kali. Bahkan jelang siang, ketinggian semburan abu vulkaniknya mencapai 700 meter dan terjadi Tremor terus menerus.

Kondisinya yang kini di Level III atau siaga, perkembangannya terus di pantai oleh Pos Pantau GAK di Pasauran, Kabupaten Serang dan di Lampung.**Baca juga: 41 Kendaraan yang Diterjang Tsunami Belum Diambil Pemilik.

“Kalau dapur magma kan jangan dibayangkan keluar terus langsung kosong, karena kan dari bawah ada suplay terus,” jelasnya.(Dhi)

Berita Terbaru