Menyehatkan, Ikuti Cara Makan Orang Zaman Dulu

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Mungkin Anda menganggap kebiasaan atau tradisi yang dilakukan orangtua kita zaman dulu adalah hal kuno atau ketinggalan zaman. Namun sejumlah penelitian mengungkapkan fakta, beberapa tradisi pada zaman dulu mengandung kebaikan.

Padahal sejumlah tradisi yang berlaku pada zaman dulu termasuk kebiasaan makan, ternyata bermanfaat bagi kesehatan, lho. Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah tujuh kebiasaan makan yang dimaksud:

1. Makan sambil duduk di lantai
Para ahli yang melakukan penelitian menyimpulkan jika duduk menyila di lantai yang dilakukan saat makan dapat memberikan pijatan pada otot perut sekaligus meningkatkan sirkulasi di bagian bawah tubuh. Gerakan duduk menyila juga dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh.

2. Sarapan lebih pagi
Rujuta Diwekar, seorang ahli gizi, mengatakan bahwa sarapan lebih pagi baik untuk tubuh. Bahkan, ia merekomendasikan sarapan dilakukan 15 menit setelah terbangun dari tidur. Perilaku itu menurutnya juga dapat membantu tubuh menurukan berat badan.

3. Tidak bersuara saat makan
Orang-orang zaman dahulu beranggapan berbicara saat makan dapat menyebabkan seseorang tersedak atau makanan tertelan tanpa dikunyah. Bahkan para ahli menilai, makanan yang dikunyah dengan baik dapat membantu proses pencernaan.

4. Masak menggunakan peralatan alami
Meskipun terbilang kuno, memasak makanan menggunakan wadah tanah liat ternyata menambah kandungan nutrisi dalam makanan. Beberapa kandungan nutrisi tersebut seperti kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, sulfur dan mineral lainnya. Para ahli berpendapat, wadah tanah liat untuk mengolah makanan yang mengandung asam dapat membuat kadar PH makanan menjadi seimbang.

5. Tidak menyimpan makanan selama seharian
Manusia zaman dahulu tidak memiliki alat untuk menyimpan makanan agar lebih tahan lama seperti kulkas. Mereka selalu mengolah bahan masakan dalam kondisi segar yang diperoleh langsung dari alam. Akibatnya, perkembangan jenis penyakit dalam tubuh manusia juga sedikit.

Sebaliknya, masyarakat modern cenderung mengolah masakan dalam porsi besar kemudian menyimpannya untuk dipanaskan kembali.

6. Makan malam lebih cepat
Dalam tradisi masyarakat Romawi Kuno, makan malam dikenal dengan istilah cena, dilakukan ketika matahari mulai terbenam. Para ahli gizi merekomendasikan makan malam lebih cepat sebelum pukul 19.00. Alasannya, semakin cepat makan malam disantap maka akan semakin banyak waktu yang dimiliki tubuh untuk mencerna makanan sebelum tidur.

7. Makan tanpa sendok & garpu
Dalam tradisi masyarakat kuno, menyantap makanan langsung dengan tangan bersih memiliki manfaat yang sangat menyehatkan tubuh. ** Baca juga: Depresi Bisa Dipengaruhi Oleh Gen?

Tidak ada salahnya ‘menghidupkan’ kembali tradisi makan sehat zaman dulu, bukan? (ilj/bbs)