Depresi Bisa Dipengaruhi Oleh Gen?

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Depresi dapat disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor antara lain seperti genetik, lingkungan, dan sebagainya. Namun para ahli juga percaya, depresi pun bisa dipengaruhi oleh mutasi gen MTHRF, yaitu gen yang memproduksi methylenetetrahydrofolate reductase, enzim penting yang digunakan tubuh untuk mengolah asam amino.

Alhasil jika MTHFR dalam tubuh bermasalah, hal ini membuat Anda lebih berisiko menderita depresi. Dikutip dari Klikdokter, MTHFR bertanggung jawab atas produksi enzim yang membantu mengubah asam amino homosistein menjadi metionin. Sebuah proses penting untuk pertumbuhan dan perbaikan tubuh, termasuk otak.

“Tubuh menggunakan metionin untuk membuat protein dan senyawa penting lainnya, termasuk neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, norepinephrine,” kata Dr. Traci Stein, PhD, MPH, seorang ahli kesehatan yang sering menangani kasus depresi.

Sejumlah bahan kimia otak, disebutkan Stein, penting untuk mendukung kesehatan tubuh pada umumnya. Termasuk dalam hal suasana hati dan pemulihan emosi. Dengan demikian, bila proses ini terganggu maka dapat meningkatkan masalah kesehatan mental.

Mengingat peran penting MTHFR dalam perawatan dan perbaikan kondisi tubuh, mutasi pada gen ini juga dapat mengganggu efektivitas obat-obatan tertentu. Tak terkecuali pada obat antidepresan dan obat kemoterapi.

Diketahui, jika seseorang mengalami kelainan genetik, hal ini bisa diperbaiki. Sebaliknya, hal ini tidak dapat disembuhkan jika Anda mengalami mutasi genetik. Meskipun demikian, beberapa makanan tertentu dipercaya dapat mengatasi hal ini.

Stein menambahkan, sebaiknya Anda mengonsumsi suplemen vitamin, methylated B-12 yang dikenal sebagai methylcobalamin, dan makanan yang kaya folat (sayuran hijau, brokoli, kacang lentil, dan lain-lain).

MTHFR hanya dapat dideteksi lewat tes genetik. Tidak semua depresi disebabkan oleh MTHFR, tetapi mutasi genetik ini mungkin menjadi salah satu jawabannya. ** Baca juga: 4 Kondisi yang Disarankan Agar Seseorang Hindari Konsumsi Pepaya

Depresi menurut anggapan sebagian orang, dianggap sebagai hal yang sepele dan bisa hilang seiring waktu. Faktanya, depresi adalah suatu bentuk penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang dapat diubah dengan cepat.(ilj/bbs)