oleh

Ketahui Sejumlah Mitos Tentang Menstruasi

Kabar6-Setiap wanita umumnya mengalami menstruasi setiap bulan. Sebagian merasakan nyeri mensruasi pada beberapa bagian tubuh, sementara lainnya tidak mengalami masalah yang berarti.

Ada sejumlah mitos tentang menstruasi yang beredar, dan diyakini banyak wanita. Padahal sebagian belum terbukti secara ilmiah. Melansir medicalnewstoday ini dia empat mitos tentang menstruasi:

1. ‘Menekan’ menstruasi berbahaya
Kesalahpahaman yang tersebar luas adalah, tidak aman mengonsumsi pil KB untuk ‘menekan’ menstruasi dalam waktu lama. Padahal, pedoman terbaru dari Jaringan Kesehatan Wanita Nasional menunjukkan tidak apa-apa untuk menekan menstruasi melalui pil KB. Sebagian besar dokter kandungan sepakat pendekatan ini biasanya aman.

Bagi banyak orang, gejala menstruasi bisa parah dan mengganggu fungsi dan kualitas hidup normal mereka. Dan mereka mungkin mengalami pendarahan hebat, mengalami rasa sakit, dan gejala tidak menyenangkan lainnya, seperti migrain dan mual.

Mereka yang mengalami dismenore (periode nyeri) atau kondisi tertentu yang menyebabkan gejala yang menyusahkan seperti endometriosis, dapat memutuskan (setelah mendapat persetujuan dokter mereka), bahwa melewatkan beberapa periode haid atau melewatkan menstruasi terus menerus adalah pilihan terbaik untuk kesehatan dan produktivitas mereka.

2. Tidak mandi
Beberapa orang berpikir mandi saat menstruasi tidak aman. Ini karena air panas merangsang pendarahan, atau karena air menghentikan Anda dari pendarahan yang dapat memiliki efek buruk.

Padahal, mandi akan membuat Anda merasa lebih baik. Air panas dapat membantu merangsang aliran darah. Mandi juga dapat membantu meringankan kram menstruasi dan meredakan ketegangan otot.

Pendarahan tidak berhenti setelah perendaman penuh dalam air. Namun, tekanan dari air untuk sementara waktu mencegah darah mengalir keluar dari organ kewanitaan.
Tidak ada alasan untuk tidak mandi selama haid. Kemungkinan besar, bersantai di bubble bath dan merasa lebih bersih, justru akan meningkatkan mood Anda dan membantu mengatasi gejala menstruasi sedikit lebih baik.

3. Sinkronisasi menstruasi
Banyak yang percaya bahwa jika dua atau lebih wanita menghabiskan cukup waktu bersama, mungkin sebagai teman sekamar, mereka akan mengalami menstruasi pada saat yang sama. Benarkah pendapat itu?

Gagasan sinkronisasi haid pertama kali muncul sebagai ide ilmiah dalam artikel Nature 1971. Artikel ini berpendapat wanita yang tinggal di lingkungan dekat teman sekamar di asrama perguruan tinggi atau teman dekat lainnya bisa mengalami peningkatan sinkronisasi haid.

Penulis penelitian percaya, ini mungkin terjadi karena para wanita yang tinggal sangat dekat telah bertukar feromon dari waktu ke waktu, yang akhirnya mengarah pada fenomena ini. Namun, penelitian selanjutnya meragukan para peneliti metodologi yang digunakan untuk penelitian 1971.

Studi-studi selanjutnya justru menyoroti banyak kekurangan dan faktor-faktor pemodifikasi yang belum dicatat oleh penelitian 1971. Mereka juga mencatat kurangnya bukti empiris untuk sinkronisasi dalam studi sebelumnya dari populasi Barat dan non-Barat.

Penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini tidak menemukan teman sekamar di perguruan tinggi mengalami sinkronisasi menstruasi. Sejak itu, para peneliti menjadi lebih cenderung meyakini gagasan itu tidak lain adalah mitos abadi, dengan segala sinkroni yang murni kebetulan.

4. Penggunaan tampon
Beberapa kesalahpahaman yang paling persisten mengacu pada penggunaan tampon untuk menyerap darah mens. Seseorang harus memasukkan tampon ke dalam organ kewanitaan. Beberapa orang mungkin khawatir ini dapat menyebabkan kerusakan.

Satu kekhawatiran utama adalah memasukkan tampon dapat merobek selaput dara (keperawanan). Faktanya, selaput dara adalah selaput melar yang melapisi lubang organ kewanitaan dan biasanya tidak menutupi lubang organ.

Jika ini masalahnya, selaput dara akan menghalangi darah menstruasi dan jenis keluarnya cairan lainnya dari tubuh. Ini akan berbahaya, membutuhkan intervensi bedah untuk memperbaikinya.

Karena selaput dara melar, memasukkan benda sekecil tampon tidak akan terlalu sakit. Dan karena darah melumasi organ selama mens, maka memasukkan tampon bisa terasa nyaman jika dilakukan dengan benar. Jika masih tidak nyaman, coba gunakan pelumas untuk membantu memasukkan tampon. ** Baca juga: Ini Sinyal Anda Sebaiknya ‘Istirahat’ dari Media Sosial

Semoga bermanfaat.(ilj/bbs)

Berita Terbaru