oleh

Hasil Evaluasi, Batan Akan Mengebor Tanah Terpapar Radioaktif di Batan Indah

Kabar6-Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) akan lakukan pemerataan di area yang terpapar radioaktif di Batan Indah, Setu, Kota Tangerang Selatan, setelah kemarin 2 hari tak ada kegiatan clean up, Senin 24 Februari 2020.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BATAN, Heru Umbara mengatakan, setelah lakukan evaluasi 2 hari kemarin, hari ini pihaknya akan lakukan pemerataan tanah atau tanah yang diuruk kemarin bisa rata kembali.

“Untuk dilakukan nanti apa yang disebut grading (menggolong-golongkan, red), jadi kita melakukan grading untuk mengetahui dan untuk meyakinkan seberapa konsentrasi zat radioaktif yang masih tertinggal, ini adalah tahap akhir untuk menyelesaikan proses ini, jadi kita harus meyakinkan bahwa seluruh zat radioaktif yang ada di tanah itu bisa terbawa semua,” terangnya.

Heru menjelaskan, untuk area yang diratakan adalah 9 x 12 meter persegi.

“Untuk langkah itu maka kita harus melakukan coring atau mengebor lihat kebawah, dan yakin ini sudah tidak ada sehingga kita mendeklarasi lebih mudah gitu, hari ini pekerjaannya hanya itu saja,” jelasnya.

Dan setelah hasil coring itu besok keluar, pihaknya teruskan dengan pekerjaan pengambilan yang mungkin masih ada di dalam tanah tersebut, dan itu sebagai langkah untuk meyakinkan semua bahwa zat radioaktif sudah terambil.

“Hari ke-9 drum yang sudah dibawa ke PTLR (Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, red) berjumlah 337 jadi cukup besar, nanti mungkin ditambah dengan yang kita lakukan besok,” tuturnya.

Dan untuk masyarakat, Heru mengimbau, agar tidak panik, dan lakukan aktifitas seperti biasa saja.

**Baca juga: Bapeten Serahkan Penyelidikan Cesium 137 di Batan Indah ke Bareskrim Polri.

“Kepada masyarakat imbauan nya ya beraktifitas saja seperti biasa dan tak usah panik, asal tidak melewati batas kuning yang kita tentukan,” tutupnya.

Diketahui, saat ini kedalaman yang telah dikeruk sudah mencapai 80 centimeter dengan paparan radioaktif masih di angka 7 microsievert, dan paparan radioaktif masih di angka 10 persen.(eka)

Berita Terbaru