oleh

Apa Saja Sih Penyebab Insomnia?

Kabar6-Insomnia adalah gangguan di mana orang mengalami sulit tidur. Biasanya diikuti oleh kantuk di siang hari, energi rendah, lekas marah, dan suasana hati yang depresi.

Akibatnya, aktivitas sehari-hari menjadi terganggu dan pekerjaan menjadi tertunda karena kurang konsentrasi. Sebenarnya, apa sih penyebab insomnia? Melansir honestdocs, ada banyak kondisi medis atau penyakit (ringan dan serius) yang menjadi penyebab insomnia. Dalam beberapa kasus, kondisi medis itu sendiri yang menyebabkan insomnia, sedangkan pada kasus lain, gejala yang ditimbulkan dari kondisi medis tersebut lah yang membuat efek ketidaknyamanan sehingga sulit untuk tidur.

Contoh kondisi medis yang bisa menyebabkan insomnia antara lain alergi hidung dan sinusitis, penyakit asam lambung (GERD), gangguan endokrin seperti hipertiroid, arthritis, asma, kondisi neurologis seperti penyakit parkinson, nyeri kronis, dan nyeri pinggang (Low Back Pain).

Selain itu, ada pula beberapa gangguan tidur yang mendasari terjadinya insomnia, antara lain sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome) dan sleep apnea.

Hal lain, insomnia juga bisa disebabkan oleh kondisi kejiwaan seperti depresi. Seseorang yang mengalami depresi, gejalanya akan terlihat seperti mudah lelah, tidak bergairah, dan suka melamun.

Kondisi seperti ini menyebabkan penderitanya sulit tidur, kalaupun bisa tidur tetapi nanti biasanya ia akan terbangun lebih awal pada dini hari dan tidak bisa tidur lagi. Mulailah berfikir positif dan buang jauh-jauh pikiran negatif.

Penyebab insomnia berikutnya adalah kegelisahan. Hal ini kebanyakan dialami oleh orang dewasa, yang biasanya terlalu banyak memikirkan persoalan hidup, entah itu pekerjaan atau hubungan asmara. Beban pikiran yang ada di kepala ini yang seringkali membuat orang sulit untuk tidur karena merasa cemas dan gugup sepanjang malam.

Insomnia juga dapat dipicu oleh perilaku atau pola tidur. Gaya hidup dan kebiasaan tidur yang tidak sehat memicu timbulnya insomnia dengan sendirinya (tanpa masalah kejiwaan atau medis yang mendasarinya).

Beberapa contoh gaya hidup dan kebiasaan tidur yang menyebabkan insomnia, antara lain bekerja di rumah sampai larut malam, tidur di siang hari (meskipun singkat), mengganti waktu tidur yang hilang (balas dendam), pekerja shift.

Beberapa zat dalam makanan dan juga pola makan dapat menyebabkan insomnia. Beberapa alasan dari aspek makanan yang menyebabkan gangguan tidur antara lain alkohol, kafein, nikotin, dan makanan berat jelang waktu tidur.

Dalam beberapa kasus, insomnia dapat muncul akibat neurotransmiter tertentu di otak yang diketahui dapat menjadi penyebab insomnia. Seperti diketahui, otak menggunakan sejumlah senyawa neurokimiawi untuk membawa pesan perintah komunikasi ke berbagai bagian di otak dan sistem saraf. Nah, senyawa neurokimiawi inilah yang disebut sebagai neurotransmiter. Senyawa ini sangat esensial untuk keseluruhan fungsi otak.

Ada banyak kemungkinan interaksi kimia di otak yang bisa mengganggu tidur dan agak sulit memang menjelaskan mengapa pada beberapa orang, secara biologis rentan terhadap insomnia. ** Baca juga: Manfaat Lain Diet Buah Selain Turunkan Berat Badan

Gangguan tidur ini memang memiliki beragam penyebab, dan setiap individu bisa berbeda penyebabnya antara satu dengan yang lain. Itulah mengapa perlunya kita menganalisa penyebab insomnia atau gangguan tidur yang dialami secara pasti. Tujuannya agar kondisi ini tidak menjadi berlarut-larut, yang siapa tahu malah bisa menimbulkan efek yang lebih berbahaya bagi kesehatan tubuh.(ilj/bbs)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru