Adakah Hubungan Antara Depresi & Bahasa yang Dipakai Seseorang?

kabar6.com
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Para ilmuwan sudah lama mencari hubungan antara depresi dan bahasa. Penelitian yang diterbikan di Clinical Psychological Science menunjukkan beberapa kelas kata yang dapat memprediksi apakah seseorang depresi.

“Terkadang, ‘bahasa depresi’ ini memiliki pengaruh yang kuat kepada orang lain,” kata salah satu peneliti. Melansir DetikHealth, analisis linguistik dalam bidang ini membantu mencari perbedaan bahasa yang digunakan dalam esai pribadi atau buku harian orang yang menderita depresi dan yang tidak.

Isi dari tulisan orang depresi cenderung menceritakan emosi negatif dan mereka menggunakan kata sifat yang negatif, seperti ‘kesepian’, ‘sedih’, dan ‘menderita’.

Hal yang menarik, mereka lebih sering menggunakan kata ganti orang pertama tunggal, seperti ‘aku’ atau ‘saya’ dibandingkan kata ganti orang ketiga, seperti ‘dia’ dan ‘mereka’. Ini membuktikan kalau mereka lebih fokus pada diri mereka sendiri dan merasa tidak terhubung dengan orang di sekitarnya.

Memahami ‘bahasa depresi’ dapat membantu mengerti orang-orang di sekitar kita yang memiliki gejala depresi, meskipun bahasa ini mungkin saja digunakan oleh orang yang tidak depresi.

Diperkirakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 300 juta orang di dunia menderita depresi, meningkat 18 persen dari 2005. ** Baca juga: Mengapa Olahraga Lari di Luar Ruangan Lebih Sehat?

Dengan menciptakan alat-alat yang dapat mendeteksi kondisi seperti itu sangat penting untuk mencegah kasus bunuh diri.(ilj/bbs)