oleh

Tradisi Unik di Afrika yang Masih Terjaga Hingga Kini

Tradisi tato gusi suku Senegal.(EURweb.com)
Tradisi tato gusi suku Senegal.(EURweb.com)

Kabar6-Ada banyak tradisi di belahan dunia ini, termasuk yang unik dan tidak lazim. Beberapa di antaranya hingga kini ternyata masih dilakukan atau dilestarikan.

Beberapa tradisi itu juga yang masih dilakukan suku-suku di Afrika. Dikutip dari Boombastis, ini dia tradisi unik yang dimaksud:

1. Tradisi tato gusi sebagai simbol kecantikan
Para gadis suku Senegal, Afrika bagian barat, menato gusi mereka untuk mendapatkan senyum yang lebih atraktif dan menawan. Dengan menggunakan alat serupa jarum, proses ini dilakukan sebanyak tujuh kali. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun dan merupakan lambang kecantikan.

2. Tradisi memotong tenggorokan jenazah
Suku Chewa di Afrika bisa ditemukan di beberapa daerah seperti di Malawi, Mozambik, Zambia, dan Zimbabwe. Salah satu tradisi mereka adalah memotong tenggorokan jenazah.

Ketika seseorang meninggal, maka sanak saudaranya harus mengambil jenazah ke tempat suci, mengambil pisau, dan memotong tenggorokan. Mereka kemudian menuangkan air melalui lubang ini untuk membersihkan semua kotoran perut dengan cara menekan perut secara paksa. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang dan hanya akan berhenti jika air sudah bersih.

3. Tradisi minum darah segar sapi
Tradisi ini hanya untuk kalangan prajurit saja. Cara yang digunakan untuk mengeluarkan darah dari sapi pun sangat unik yaitu tidak dengan disembelih, namun dengan cara melobangi pembuluh arteri karotid. Hasilnya, darah akan keluar layaknya air dari selang dan ditampung dengan menggunakan mangkuk dari kulit labu.

Darah segar ini dipercaya mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan prajurit. Setiap prajurit diharuskan meminum darah segar tersebut sekira dua liter.

Tradisi minum darah segar sapi.(www.monsterbox.in)
Tradisi minum darah segar sapi.(www.monsterbox.in)

4. Tradisi dipukuli demi seorang gadis
Dalam Suku Sharo ada sebuah tradisi unik. Jika seorang pria ingin meminang gadis, mereka terlebih dahulu harus mengalahkan para penantang. Pihak laki-laki akan dipukuli oleh para penantang dan mereka harus menahan rasa sakit.

Jika berhasil, pria tersebut akan dinyatakan sebagai pria sejati dan berhak mengambil calon istrinya. Sebaliknya jika mereka gagal, mereka harus memendam keinginan untuk menikah.

5. Tradisi perjodohan
Suku Lobola menjadikan para gadis seolah-olah sebuah objek jual beli. Jika seorang pria Lobola ingin menikah, pihak keluarga harus melewati negosiasi harga yang dibayar untuk menikahi gadis tersebut.

Uniknya tradisi ini, kedua calon mempelai pria dan wanita dijodohkan sepenuhnya oleh tata aturan adat, yang mana satu sama lain tidak boleh saling mengenal sama sekali. Semua warga harus tunduk dengan tata aturan adat ini. Apabila ada salah satu keluarga dari pengantin yang tidak setuju, maka mereka pasti akan dihukum. ** Baca juga: Candiru, Ikan yang Lebih Ganas dari Piranha

Tradisi memang akan dilakukan secara turun menurun, sepanjang terus dijaga kelestariannya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru