Tokoh Cantik Ini Harapkan Kemajuan di Kota Tangerang Terwujud

?Imas Hilatunnisyah, SH, MM, MSi, tokoh wanita asli Kota Tangerang.(ges)

Kabar6-Kemajuan sebuah daerah, merupakan harapan besar bagi setiap warganya. Terlebih, wilayah itu memiliki banyak potensi yang dapat mendukung langkah kemajuan itu sendiri, seperti layaknya adalah Kota Tangerang, di mana letak kedudukannya berada tepat berdampingan dengan Ibu Kota DKI Jakarta.

 

Ya, demikian pula cita dan harapan itu pun ternyata menjadi motivasi besar bagi Imas Hilatunnisyah, SH, MM, MSi, salah seorang tokoh wanita asli Kota Tangerang, yang hingga kini masih terus aktif berkarir di banyak bidang kemasyarakatan.

 

Mulai dari eksistensinya di politik (sebagai Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kota Tangerang), hukum (sebagai Advokasi) hingga sosial kemasyarakatan (aktif dalam LSM & Pimpinan Perusahaan sebuah media).

 

Sosok perempuan berparas cantik ini pun memiliki pandangan terhadap laju perkembangan kotanya saat ini. Secara objektif, dirinya pun memaparkan satu per satu persoalan yang masih nampak terilihat dan dirasakan, kurang maksimal, terutama menyangkut kebutuhan vital masyarakat.

 

“Saya pribadi, sebagai warga asli Kota Tangerang, tentunya memiliki harapan besar terhadap kemajuan kota ini. Hanya, terkadang beberapa persoalan justru membuat saya dan pastinya juga dirasakan warga Kota Tangerang lainnya, di mana hal-hal vital dan menjadi kebutuhan masyarakat, malah seperti kurang diperhatikan. Contoh dan faktanya adalah, kebutuhan air bersih yang hingga sekarang masih banyak dikeluhkan,” ungkap Imas, saat berbincang santai bersama kabar6.com, di sebuah rumah makan dekat kawasan Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (8/11/2015) sore tadi.

 

Persoalan yang dirasa kurang baik lainnya adalah, lanjut Imas, mengenai buruknya rencana tata lalu lintas di tengah kondisi pengerjaan fisik pembangunan/perbaikan jalan, yang saat ini tengah dilakukan di sejumlah titik di wilayah tersebut. Sehingga, dampak kemacetan yang ditimbulkannya pun sangatlah besar.

 

“Persoalan-persoalan tersebut, bagi kami selaku masyarakat, adalah vital. Kemacetan di mana-mana, tentu berdampak negatif, karena akan merugikan warga. Kerugian waktu, kesehatan, yang pada akhirnya akan merugikan sisi ekonomi warga juga. Kemudian, saya juga melihat kekurangan di pengelolaan parkir. Sekarang ini, kita melihat parkir di sejumlah wilayah Kota Tangerang semakin semrawut. Kalau mau contoh nyata di lapangan, bisa lihat di area dekat stasiun pasar lama. Masa parkir kendaraan malah di dekat area Masjid Agung-nya, khan malah mengganggu masyarakat beribadah,” kritik dia.

 

Kendati demikian, ibu tiga anak yang tinggal di kawasan Grendeng, Kecamatan Karawaci ini pun mengapresiasi sejumlah upaya baik, yang telah dan tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

 

Di antaranya adalah mengenai dunia pendidikan, rencana pembedahan rumah kepada yang belum layak, rencana standarisasi toilet bersih (jamban) serta rencana pemasangan penerangan jalan umu (PJU).

 

“Semua itu saya apresiasi dan sebagai warga kita harus mendukung langkah positif itu. Namun, yang terpenting hal tersebut jangan hanya sekadar wacana belaka, karena masyarakat mengharapkan realisasinya. Dan, karena saya aktif juga di dunia advokasi atau hukum, saya pun melihat memang sekarang ini sudah ada terlihat sebuah sinergitas yang baik, antara Pemerintah dengan pihak Penegak Hukum. Mudah-mudahan, dari situ kita semua dapatkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan kandungan isi dari Pancasila, sebagai lambang negara ini,” paparnya.

 

Kemudian, tambah Imas, perhatian khusus terkait dengan sosialisasi tentang pemahaman hukum, secara utuh, kepada mereka warga/masyarakat umum, tentunya menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk adalah menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah setempat, sebagai fasilitatornya.

 

“Ini tanggung jawab kita semua. Semoga Pemerintah juga mau memfasilitasi, dengan memberikan atau membuatkan wadah untuk itu. Jangan sampai nanti mereka (warga/masyarakat) tidak dapat menerima hak-hak hukum yang memang seharusnya mereka dapatkan. Hukum itu tidak boleh seperti mata pisau yang tajamnya hanya kebawah, sedangkan ke atasnya tumpul,” tegasnya.

 

Sorotan terakhir yang diakui telah lama juga sebenarnya dirasakan adalah ketidakmaksimalannya para Anggota DPRD setempat, dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Atas dasar itu pun kemudian, dirinya selalu bertekad dan siap untuk mencalonkan diri sebagai bagian dari perwakilan rakyat itu.

 

Sayangnya, niatan itu memang belum sejalan dengan takdir dan kenyataan di lapangan. Namun, Imas tak pernah patah arang dan berjanji akan terus berbuat untuk banyak orang, meski tanpa melalui kursi parlemen. ** Baca juga: Polsek Cipondoh Berdayakan Penganggur Jadi Juru Parkir

 

“Yang terpenting adalah, bagaimana kita bisa membahagian banyak orang. Dan pendapat saya tentang teman-teman anggota dewan hanya sederhana, ini juga bisa sebagai pesan, bahwa mereka harus menjadi dewan untuk masyarakat Kota Tangerang secara keseluruhan, jangan hanya menjadi anggota dewan di dapil saja,” pungkasnya. (ges)