oleh

Sakit Kepala Bisa Timbul Karena Dehidrasi, Begini Cara Membedakannya

Kabar6-Ada banyak hal yang dapat menyebabkan sakit kepala, antara lain karena gangguan pembuluh darah, saraf, bahkan karena kekurangan cairan atau dehidrasi. Sayangnya, banyak orang yang kurang menyadari sakit kepala akibat dehidrasi.

Lantas, mengapa dehidrasi memicu sakit kepala? Kondisi dehidrasi membuat otak menyusut untuk mengompensasi kekurangan cairan, dan tarikan antara otak yang mengecil dengan tengkorak dapat mencetuskan rasa nyeri di kepala.

Nah, bagaimana mengenali sakit kepala akibat dehidrasi? Melansir klikdokter, berikut cara membedakan sakit kepala yang disebabkan karena dehidrasi:

1. Perhatikan karakteristik sakit kepala
Sakit kepala akibat dehidrasi dapat berupa sensasi tumpul atau migrain yang muncul di bagian depan, belakang, samping, atau di seluruh bagian kepala.

Pada sakit kepala karena dehidrasi, Anda tidak akan merasa nyeri di bagian wajah, seperti sakit kepala akibat sinus. Rasa nyeri juga biasanya tidak muncul di belakang leher, seperti yang biasa terjadi pada sakit kepala tension.

2. Perhatikan gejala penyerta Lainnya
Karena dipicu oleh dehidrasi, sakit kepala biasanya akan disertai dengan gejala dehidrasi lainnya seperti mulut kering, haus, lemas, dan urine berwarna gelap.

Lebih lanjut, sakit kepala akibat dehidrasi juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah dengan detak jantung yang meningkat. ** Baca juga: Jangan Sepelekan Sejumlah Tanda yang Tunjukkan Sistem Imun Tubuh Menurun

3. Perhatikan kondisi tubuh
Apakah Anda berada di tempat atau situasi yang panas dan terik? Atau, Anda baru saja melakukan aktivitas fisik yang berat dan mengeluarkan banyak keringat?

Perhatikan kondisi tubuh dan lingkungan tempat Anda berada. Dengan demikian, Anda bisa tahu sakit kepala yang dialami akibat dehidrasi atau karena penyakit lain.

Perlu diketahui, sakit kepala akibat dehidrasi bisa terjadi saat tubuh kekurangan cairan berat maupun ringan. Kondisi ini berbeda-beda pada setiap orang.

Karena itulah, cegah dehidrasi dengan selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda. Sesuaikan asupan cairan dengan beratnya aktivitas fisik dan mental yang Anda jalani.

4. Perhatikan asupan cairan Anda
Untuk mengetahui kemungkinan penyebab sakit kepala Anda, cobalah hitung jumlah cairan yang Anda minum. Apakah Anda tidak minum dalam jumlah yang cukup akhir-akhir ini?

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aktivitas fisik, berat badan, dan adanya penyakit tertentu, misalkan jantung dan ginjal).

Pria sehat membutuhkan sekira 13 gelas air sehari, dan wanita biasanya membutuhkan 11 gelas per hari. Asupan air ini juga termasuk cairan yang didapat dari makanan dan buah.

5. Perhatikan warna dan jumlah urine Anda
Salah satu parameter mudah yang dapat dijadikan patokan apakah Anda sudah minum dengan cukup adalah urine. Jika Anda tidak buang air kecil dalam waktu lama atau warna urine kuning pekat, maka ada yang salah dengan asupan cairan Anda.

Jadi, jaga asupan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi hingga sakit kepala.(ilj/bbs)

Berita Terbaru