oleh

Prancis Larang Skuter Listrik Lintasi Trotoar

Kabar6-September mendatang, Prancis akan melarang skuter listrik beroperasi di trotoar. Hal ini disampaikan Menteri Transportasi Prancis, Elisabeth Borne, sebagai penyelesaian kasus kecelakaan akibat skuter yang menimpa pejalan kaki.

Sejak diperkenalkan tahun lalu, melansir CNN Indonesia, diperkirakan 15 ribu unit skuter yang dioperasikan oleh beberapa perusahaan telah membanjiri ibukota Prancis. Jumlahnya diproyeksikan meningkat menjadi 40 ribu pada akhir tahun ini.

Elisabeth Borne mengatakan, siapa pun yang mengendarai skuter listrik, monowheel, pengangkut pribadi, atau papan hover di trotoar akan didenda 135 euro atau sekira Rp2,1 juta) mulai September. Sebaliknya, mereka harus menggunakan jalan atau jalur bersepeda khusus. “Jadi pejalan kaki tidak lagi terjepit di tembok,” kata Borne.

Ditambahkan, pengembangan kendaraan transportasi pribadi yang sangat populer ‘terjadi sangat cepat dan sedikit anarkis’. Pengendara masih akan diizinkan untuk menggunakan alat tersebut di trotoar selama mesin dimatikan.

Layanan penyewaan skuter, dari perusahaan seperti Lime and Bird yang berbasis di Amerika Serikat, yang merupakan raksasa baru Uber, telah terbukti sangat populer di banyak kota.

Prancis mengikuti keputusan oleh Peru untuk melarang skuter bermotor di trotoar dan daerah pejalan kaki. Walikota Paris, Anne Hidalgo, bulan lalu sudah mengumumkan langkah-langkah untuk melindungi pejalan kaki dari skuter listrik, terutama orang tua dan anak-anak.

Dikatakan, pengendara skuter listrik yang ugal-ugalan dan parkir sembarangan bisa didenda 35 euro atau sekira Rp560 ribu. Tetapi Dewan Kota Paris telah berjanji untuk membangun tempat parkir untuk 2.500 skuter.

Balai Kota Berlin juga telah menyusun aturan baru untuk skuter listrik, sementara Spanyol Barcelona telah sepenuhnya melarang layanan penyewaan skuter. ** Baca juga: Penemuan Unik, Ular Piton Bermata 3 di Australia

Diketahui, lebih dari 1.500 orang telah dirawat karena cedera akibat menggunakan skuter listrik bertenaga baterai di Amerika Serikat sejak tren tersebut menggila pada akhir 2017.(ilj/bbs)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru