oleh

Polisi India Ringkus Jaringan Penyedia Alat Menyontek yang Gunakan Teknologi Nirkabel untuk Siswa

Kabar6-Meskipun tidak semua, harus diakui bahwa ada oknum pelajar bahkan mahasiswa yang berbuat curang saat mengerjakan soal ujian, yaitu dengan cara menyontek.

Jika biasanya menyontek dilakukan dengan membawa catatan yang ditulis dalam kertas kecil, di India ada cara menyontek yang dilakukan dengan cara lebih kreatif dan terencana matang, yakni melibatkan alat komunikasi rakitan memanfaatkan Bluetooth.

Alat komunikasi itu, melansir timesofindia, dibuat oleh sekelompok orang dan dirancang bisa disembunyikan dalam sandal jepit. Semua fungsi alat itu menggunakan teknologi nirkabel yang terhubung dengan alat komunikasi kecil, ditanam dalam telinga.

Namun sebelum ujian negara digelar, kepolisian negara bagian Rajasthan menangkap 10 orang yang terlibat dalam kasus ini. Petugas mematikan akses internet selama ujian berlangsung untuk menghindari kecurangan. Ujian negara melibatkan 1,6 juta siswa dan mahasiswa di wilayah itu.

Pejabat kepolisian Kota Bikaner, Priti Chandra, mengatakan bahwa cara kerja alat ini adalah memberitahu peserta ujian jawaban melalui alat komunikasi tersebut. Soal-soal diberikan oleh peserta ujian dan dicarikan jawabannya oleh orang di luar.

Kasus ini terungkap setelah sekelompok peserta berperiaku mencurigakan sebelum ujian. Petugas mencurigai sandal jepit mereka, yang setelah diperiksa berisi komponen elektronik.

“Kami menyadari kemungkinan kecurangan, tapi kami awalnya mengira bentuknya hanya kebocoran soal ujian atau seseorang menggunakan fasilitas internet (mencari jawaban). Itulah sebabnya itu (internet) dibatasi di banyak kota,” kata Chandra.

Ditambahkan Chandra, penggunaan alat komunikasi yang disembunyikan di alas kaki merupakan modus sangat baru. Hasil penyelidikan mengungkapkan, setidaknya 25 siswa membeli sandal jepit untuk menyontek dari kelompok yang membuat alat itu. Dan setiap pasang sandal dibanderol seharga sekira Rp115 juta.

Sejak informasi modus baru ini beredar, petugas di setiap distrik mengantisipasi agar alat serupa tidak digunakan oleh peserta lain. Mereka meminta para peserta ujian melepas alas kaki di luar ruang ujian.

“Dalam satu kasus kami menangkap seorang siswa setelah ujian dan harus membawanya ke dokter untuk mengidentifikasi dan melepas perangkat Bluetooth dari telinganya,” terang Chandra. ** Baca juga: Sinting! Seorang Model Asal AS Mengaku Sering Bercinta dengan Tuhan

Diketahui, kecurangan marak terjadi dalam ujian negara di India, baik di tingkat sekolah menengang maupun pendidikan tinggi, karena persaingannya yang sangat ketat.(ilj/bbs)

Berita Terbaru