oleh

Pegawai Rumah Sakit di AS yang Terjangkit COVID-19 Tetap Diizinkan Bekerja Karena Kekurangan Staf

Kabar6-Akibat kekurangan staf dalam jumlah yang sangat tinggi dan lonjakan kasus akibat varian Omicron, sejumlah rumah sakit di Amerika Serikat (AS) mengambil langkah luar biasa dengan mengizinkan perawat dan petugas lain yang terjangkit virus Corona untuk tetap bekerja.

Namun izin ini diberlakukan jika mereka hanya memiliki gejala ringan atau tidak memiliki gejala sama sekali (asimtomatik). Melansir abc10, otoritas kesehatan di California akhir pekan lalu mengumumkan, staf rumah sakit yang hasil uji medisnya terbukti positif tetapi tidak memiliki gejala, dapat terus bekerja. Beberapa rumah sakit di Rhode Island dan Arizona juga memberitahu karyawan bahwa mereka dapat tetap bekerja jika tidak memiliki gejala atau hanya mengalami gejala ringan.

Diktahui, varian Omicron yang sangat menular telah membuat jumlah kasus baru COVID-19 di AS melonjak lebih dari 700 ribu kasus per hari, menghapus rekor yang dibuat setahun lalu. ** Baca juga: Ketahui Daftar Paspor Paling Kuat pada 2022

Jumlah warga Amerika yang dirawat di rumah sakit karena virus corona kini mencapai sekira 108 ribu orang. Jumlah tersebut hanya berselisih kecil dari rekor jumlah orang yang dirawat di rumah sakit pada Januari 2021 lalu yang mencapai 124 ribu orang.

Banyak rumah sakit tidak saja dibanjiri kasus virus Corona, tetapi juga kekurangan staf karena begitu banyak staf yang tidak bekerja akibat terjangkit COVID-19. Omicron tampaknya menyebabkan penyakit yang lebih ringan dibanding varian Delta.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) bulan lalu mengungkapkan, petugas kesehatan yang tidak memiliki gejala dapat kembali bekerja setelah tujuh hari, dengan hasil uji medis negatif, tetapi masa isolasi mereka dapat dipotong jika ada kekurangan staf.(ilj/bbs)

Berita Terbaru