oleh

Mengapa Matahari di Tiongkok Berubah Jadi Biru?

Kabar6-Sebuah pemandangan aneh terjadi di langit Tiongkok, warna matahari berubah menjadi biru dan langit menjadi kuning. Administrasi Meteorologi Tiongkok menerangkan, fenomena yang menghebohkan publik itu disebabkan oleh badai pasir.

Badai pasir kedua, melansir SCMP, telah melanda negara itu dalam waktu kurang dari dua minggu setelah badai pasir pertama. Badai yang kedua inilah yang mengubah warna langit dan matahari. Badai pasir dipicu oleh angin dari Mongolia yang dilanda kekeringan dan Tiongkok barat laut. Jarak pandang di kota berkurang, dengan puncak beberapa gedung pencakar langit tertutup oleh badai pasir.

Sementara pejalan kaki terpaksa menutupi mata mereka saat embusan debu menyapu jalanan. Administrasi Meteorologi Tiongkok mengeluarkan peringatan kuning pada Jumat pekan lalu, memperingatkan bahwa badai pasir menyebar dari Mongolia ke Provinsi Tiongkok utara termasuk Mongolia Dalam, Shanxi, Liaoning dan Hebei, yang mengelilingi Beijing.

Menurut indeks kualitas udara realtime Beijing, saat badai pasir melanda Beijing pada Minggu pagi, tingkat polusi udara naik ke level maksimum 500. Kadar polutan PM10 yang dapat menembus paru-paru melampaui 2.000 mikrogram per meter kubik.

Kadar PM2.5, partikel lebih kecil yang dapat menembus aliran darah, mencapai 462. Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan konsentrasi PM2.5 harian rata-rata hanya 25.

Badai tersebut menyebabkan kekacauan di bandara di Mongolia Dalam, dengan lebih dari separuh penerbangan dibatalkan dari bandara Baotou dan Chifeng karena jarak pandang yang buruk.

Administrasi Meteorologi Tiongkok mengungkapkan, badai pasir baru-baru ini berasal dari Mongolia, di mana suhu yang relatif lebih hangat pada musim semi ini dan berkurangnya curah hujan mengakibatkan lebih banyak area tanah kosong.

“Dinamika badai pasir dan transmisi debu bagus sekarang,” kata Zhang Tao, kepala peramal Pusat Meteorologi Observatorium Tiongkok. ** Baca juga: Dikira Bom, Ternyata Sebuah Mesin Cuci di Skotlandia Meledak

Zhang mengatakan, Tiongkok utara dan barat laut memiliki lebih sedikit tutupan salju serta hujan tahun ini dan suhu sejak Februari lebih tinggi, yang menyebabkan kekeringan lebih lanjut dan cuaca berdebu.

Suhu rata-rata di Mongolia dan Tiongkok utara, disebutkan Zhang, sekira enam 6 derajat Celsius lebih tinggi dari biasanya pada Maret.

Tiongkok utara telah lama mengalami badai pasir karena gurun di wilayah tersebut menyebar lebih jauh ke selatan, dengan penggundulan hutan yang meningkatkan frekuensi selama periode ‘Lompatan Jauh ke Depan’ Mao Zedong dari 1958 hingga 1961.

Deforestasi skala besar juga dianggap sebagai faktor penyebab badai debu di Tiongkok. Beijing telah menanam ‘tembok hijau besar’ dari pepohonan untuk memerangkap debu yang masuk, serta mencoba membuat koridor udara yang menyalurkan angin dan memungkinkan pasir dan polutan lainnya lewat lebih cepat.(ilj/bbs)

Berita Terbaru