oleh

Kekeringan, Mengapa Kabupaten Tangerang Jaga TPA Jatiwaringin Tidak Terbakar?

Kabar6-Pemerintah Kabupaten Tangerang mewaspadai terbakarnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk dengan melakukan penyemprotan tumpukan sampah secara berkala.

Langkah ini dilakukan agar gas metan yang berpadu tumpukan sampah di TPA seluas 31 hektar itu tidak terbakar dan berdampak pada lingkungan sekitar dan ancaman terhadap penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Sebab, TPA ini hanya berjarak 10 kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami menimalisir terjadinya kebakaran karena gas metan yang dihasilkan sampah sangat mudah terbakar khususnya pada musim kekeringan ini,”ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid, Minggu (28/7/2019).

TPA Jatiwaringin merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Tangerang yang hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Bandara Soekaeno-Hatta. Jatiwaringin yang saat ini menggunakan sistem open dumping yaitu penumpukan sampah begitu saja dalam satu area tanpa tindakan lanjut. Dari 31 hektar lahan, saat ini 14 hektar sudah terisi sampah dengan ketinggian variatif 5 sampai 12 meter.

Maesal mengakui sistem open dumping dengan sampah yang terhampar luas mengandung gas metan akan mudah terbakar pada musim panas seperti ini.

“Gas metan yang dihasilkan sampah ditambah dengan sampah yang mudah sekali terbakar pada suhu panas seperti musim kemarau saat ini akan sangat mudah memicu kebakaran,” kata dia.

Untuk menjaga agar suhu TPA Jatiwaringin stabil, Maesal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan penyemprotan sampah dengan air. “Penyemprotan dengan pompa otamatis di tambah juga dengan penyemprotan manual,” kata Maesal.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang Saipullah mengatakan penyemprotan TPA Jatiwaringin selama musim kemarau ini dilakukan lima kali dalam sehari. “Menggunakan pompa dan secara manual,” katanya.

**Baca juga: KONI Solear Gelar Turnamen Camat Cup II U-19 Di Kirana Pasanggrahan.

Sistem penyemprotan ini, kata Saifullah, bisa menstabilkan suhu dan mengantisipasi gas metan dan sampah terbakar karena reaksi panas.

Langkah lainnya dilakukan agar TPA Jatiwaringin tidak terbakar pada musim kemara ini, Saifullah mengatakan, BLHD Kabupaten Tangerang telah membuat rute jalur keluar masuk armada sampah yang sebelumnya tertutup oleh sampah. Perbaikan saluran air dan pembuatan pipa pipa gas untuk menghindari kebakaran TPA Jatiwaringin.

Menurut Saifullah, produksi sampah di Kabupaten Tangerang saat ini mencapai 2.450 ton perhari. Namun hanya 1.350 ton yang terangkut dan dibuang ke TPA Jatiwaringin.(GFM)

Berita Terbaru