oleh

Ini Alasan Anda Gemar Makanan Garing & Renyah

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Saat bersantai, berkumpul dengan teman atau keluarga, camilan yang satu ini sering tidak terlewatkan. Ya, makanan ringan seperti kerupuk, keripik kentang, atau gorengan merupakan camilan favorit di kala senggang.

Makanan garing dan renyah memang membuat Anda tidak akan berhenti mengunyah. Di sisi lain, terlalu sering mengonsumsi jenis makanan tersebut, tidak baik untuk kesehatan.

Kecenderungan untuk menyukai makanan garing dan renyah ini, dikutip dari doktersehat.com, disebabkan oleh suara yang ditimbulkan dari makanan tersebut saat dikunyah, yang ternyata bisa memberikan sensasi menyenangkan pada otak. Alhasil kita pun merasakan ada yang spesial dari makanan itu.

Dan tanpa disadari, nyaris semua indera dalam tubuh pun ikut mempengaruhi penilaian pada makanan yang kita konsumsi. Untuk makanan garing dan renyah, selain dianggap enak oleh indera pengecap, indera pendengaran juga membuat kita semakin menikmati makanan ini.

Penelitian yang dilakukan Charles Spence dari Oxford University, dan dirilis oleh jurnal Flavoir, menyebutkan jika suara makanan memiliki pengaruh besar memberikan persepsi rasa saat proses makan berlangsung.

Jika ada bunyi khas makanan garing dan renyah, maka otak akan memberikan nilai tambah pada rasa dari makanan tersebut. Sebaliknya, jika makanan cenderung tidak mengeluarkan suara, maka rasa dari makanan yang kita santap pun dianggap biasa saja.

Penelitian lain yang dilakukan pada Leeds University, mengungkapkan hal yang sama. Dulu, pakar kesehatan berpikir jika rasa dan aroma adalah hal paling utama untuk menarik minat dan nafsu makan.

Namun tekstur, kerenyahan, dan suara ternyata juga memiliki peran yang sama besar dalam menentukan persepsi rasa. ** Baca juga: Apa Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan?

Fakta tersebut menjawab rasa penasaran Anda, mengapa saat mengkonsumsi ayam tepung atau gorengan yang sebenarnya biasa saja, akan muncul sensasi nikmat.

Bahkan, jika kita mengkonsumsi makanan Italia di restoran lokal yang sebenarnya kurang identik dengan rasa aslinya, namun diiringi dengan musik khas Italia, otak akan cenderung memberikan persepsi seakan-akan kita sedang benar-benar menikmati rasa khas Italia.(ilj/bbs)

Berita Terbaru