oleh

DPD Pospera Sebut Kinerja Rano Karno Payah

Kabar6-Setahun sudah Rano Karno diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, menggantikan posisi Ratu Atut Chosiyah yang tersandung kasus suap Pilkada Lebak, Banten.

Namun, sepanjang perjalanan kepemimpinannya, kinerja Rano Karno masih dianggap payah. Banten belum mengalami perubahan signifikan.

Demikian dikatakan Ketua DPD Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Banten Ahmad Yuslizar usai acara deklarasi Pospera di Istana Nelayan, Tangerang, Kamis (21/5/2015).

“Banyak bukti yang bisa dirujuk atas tidak optimalnya kinerja Rano Karno. Seperti membengkaknya silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) tahun 2014 yang mencapai Rp1,6 triliun,” ujarnya.

Yuslizar juga menyebut contoh lain,semisal probelem kemiskinan yang terus meningkat, serta pertumbuhan ekonomi yang justru cenderung menurun.

“Sejauh ini, beberapa kepala daerah di Banten masih tidak konsisten pada agenda pembaruan. Lihat saja Rano Karno, sampai hari ini, apa prestasinya buat Banten,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP Pospera, Mustar Bonaventure mengatakan, Pospera merupakan organisasi masa (Ormas) independen, dan tidak di bawah bendera partai politik.

Karena, menurut Mustar, pengurus di DPP maupun di DPD, berasal dari berbagai golongan, dan lintas partai. “Pospera ini ormas independent,” tegasnya. **Baca juga: Antisipasi Beras Plastik, Pedagang Banten Tidak Jual Beras Impor.

Sementara, Dewan Pembina DPD Pospera Banten, M. Sofyan mengatakan, deklarasi DPD Pospera Banten ini dirangkai dengan kegiatan seminar, dengan tema “Dengan Pilkada yang Berkualitas akan Menghasilkan Pemimpin Berkualitas”.

Dalam acara tersebut, tampak hadir sebagai pembicara, Ketua DPD PDIP Banten Sukira, Ketua DPD Demokrat Aeng Chaerudin, Pengamat Politik UIN Teguh Santuso, dan Direktur Lembaga Survey Konsep Indonesia Survey and Reseach Very Mukhlis.(tmn/din)

 

Berita Terbaru