oleh

Body Farm, Ladang Seluas 3 Hektare Tempat Ribuan Mayat ‘Dibuang’

Kabar6-Body Farm pertama kali digagas oleh University of Tennessee, Amerika Serikat, bertujuan untuk memfasilitasi penelitian di bidang Antropologi, khususnya perihal pembusukan tubuh manusia.

Ya, di ladang ini terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan mayat yang telah membusuk, ditujukan untuk memberikan sumbangsih cukup besar bagi bidang ilmu Antropologi dan Forensik.

Fasilitas Body Farm ini, melansir allthatsinteresting, pertama kali dicetuskan oleh seorang doktor di bidang Antropologi bernama William M. Bass. Ide awalnya muncul pada 1972, saat Bass merasa perlunya sebuah fasilitas yang dikhususkan untuk mempelajari proses pembusukan mayat.

Meskipun mendapat banyak penolakan dari berbagai kalangan, Bass tetap membangun Body Farm pertamanya yang dimulai dari sepetak tanah kecil dan satu mayat.

Dari sinilah kemudian Body Farm berkembang hingga luasnya mencapai tiga hektare. Semula, tempat ini tidak memiliki nama. Dan, nama Body Farm baru muncul ke permukaan setelah diangkat dalam sebuah novel berjudul Body Farm.

Mayat-mayat yang ada di sini berasal dari para pendonor. Sebelum meninggal, mereka secara sukarela mendaftarkan diri kepada pihak pengelola Body Farm agar ketika meninggal dunia, mayatnya dijadikan sebagai bahan penelitian di tempat tersebut.

Saat ini Body Farm setidaknya memiliki 1.000 mayat yang siap untuk diteliti. Selain itu, masih ada 2.000 orang lagi yang telah mendaftarkan diri dan siap untuk menjadi objek penelitian setelah mereka meninggal dunia.

Dibandingkan dengan awal dibangunnya, Body Farm kini telah jauh berkembang. Fasilitas yang ada di sini tidak hanya digunakan bagi para peneliti saja, namun juga dijadikan sebagai tempat latihan bagi tim forensik polisi. ** Baca juga: Viral, Gara-gara Curi Es Krim Pria Ini Jadi ‘Buronan’ Satu Negara

Tujuannya sudah tentu agar mereka dapat mempelajari seluk beluk mayat dengan lebih detail. Selain itu, pihak forensik polisi juga menjadi terbiasa dengan berbagai kondisi dari mayat.

Dengan begitu, mereka akan lebih mudah memahami TKP pembunuhan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru