oleh

Apa Saja yang Termasuk Antibiotik Alami?

Kabar6-Antibiotik yang digunakan untuk ‘membunuh; atau menghambat pertumbuhan bakteri, sebenarnya sudah ada selama berabad-abad. Antibiotik asli yang tidak menggunakan bahan kimia, kebanyakan berasal dari sumber alami.

Apa saja sih yang termasuk antibiotik alami? Melansir Go Dok, berikut uraiannya:

1. Bawang putih
Penelitian telah menemukan bahwa bawang putih dapat menjadi pengobatan yang efektif terhadap berbagai bentuk bakteri, termasuk Salmonella dan Escherichia coli. Antibiotik alami ini bahkan telah dipertimbangkan untuk digunakan melawan tuberkulosis yang resistan terhadap beberapa obat.

2. Ekstrak mur
Banyak orang mengenal mur sebagai rempah atau tanaman, tetapi tak banyak yang tahu bahwa mur juga memiliki zat yang dapat dijadikan antibiotik. Dalam penelitian pada dilakukan pada tahun 2000, disimpulkan bahwa ekstrak mur dapat mematikan beberapa patogen sehari-hari, termasuk E. coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa.

3. Madu
Kandungan hidrogen peroksida dalam madu sendiri memiliki efek anti bakteri. Sedangkan madu manuka dapat melawan bakteri, meskipun memiliki kandungan hidrogen peroksida yang lebih rendah dibandingkan madu biasa.

Sebuah studi pada 2011 melaporkan, ada salah satu jenis madu yang dapat menghambat sekira 60 jenis bakteri. Hal ini juga menunjukkan bahwa madu berhasil mengobati luka yang terinfeksi dengan Staphylococcus Aureus Resisten Methicillin (MRSA). Selain sifat antibakteri, madu dapat membantu menyembuhkan luka dengan memberikan lapisan pelindung yang melembapkan kulit.

4. Echinacea
Penduduk asli Amerika dan tabib tradisional lainnya telah menggunakan echinacea selama ratusan tahun untuk mengobati infeksi dan luka. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Biomedicine and Biotechnology melaporkan bahwa ekstrak Echinacea purpurea dapat membunuh berbagai jenis bakteri, termasuk Streptococcus pyogenes (S. pyogenes).

Diketahui, pyogenes merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit seperti radang tenggorokan, toxic shock syndrome, dan ‘penyakit pemakan daging’ yang dikenal sebagai necrotizing fasciitis. Echinacea juga dapat melawan peradangan yang terkait dengan infeksi bakteri. ** Baca juga: Sejumlah Makanan & Minuman yang Ternyata Bisa Jadi Penyebab Gigi Rusak

Namun untuk penggunaan secara klinis, lebih baik jika Anda berkonsultasi dulu dengan dokter pribadi untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.(ilj/bbs)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru