oleh

Penjualan Properti di Tiongkok Lesu, Semangka dan Bawang Putih Bisa Jadi Uang Muka Saat Beli Rumah

Kabar6-Di tengah lesunya penjualan, sejumlah pengembang properti di Tiongkok bersedia menerima hasil kebun sebagai uang muka pembelian rumah. Ya, perusahaan pengembang beberapa bulan terakhir ini mau menerima pembayaran dengan hasil kebun seperti semangka, bawang putih, buah persik, sebagai uang muka.

Namun, penawaran itu sebagian kini sudah dihapus. Melansir SCMP, angka penjualan rumah di Tiongkok anjlok dalam 11 bulan berturut-turut, sementara pekan ini sebuah perusahaan pengembang besar terlilit utang. Pekan lalu, sebuah perusahaan properti di Kota Wuxi, sebelah timur Tiongkok, membolehkan pembeli membayar dengan buah persik senilai sekira Rp422 juta sebagai uang muka pembelian rumah.

Pengembang lain di Nanjing mengatakan akan menerima 5.000 kilogram semangka dari petani, yang nilainya dihargai 100 ribu yuan, beberapa kali lipat lebih tinggi dari pasar lokal. ** Baca juga: Simba, Anak Kambing dari Pakistan dengan Panjang Telinga Hingga 54 Cm

Namun promosi yang direncanakan akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan kemudian dihentikan. “Kami diminta menghapus semua poster promosi di media sosial,” demikian pernyataan perwakilan perusahaan tanpa merinci keterangan lebih jauh.

Mei lalu, perusahaan properti Central China Management mengumumkan, mereka mau menerima bawang putih sebagai uang muka pembelian rumah di daerah Qi, kawasan yang terkenal dengan hasil bawah putihnya. “Kami membantu para petani dengan cinta dan membuat mereka lebih mudah untuk membeli rumah,” tulis perusahaan itu dalam sebuah unggahan di WeChat.

Dengan kesepakatan itu, satu buah bawang putih seberat 500 gram dihargai sama dengan lima yuan atau tiga kali lebih tinggi dari harga pasar. Perusahaan itu mengatakan sudah menerima 860 ribu bawang putih untuk kesepakatan 30 rumah.

Tapi bulan lalu, iklan promosi untuk gandum sebagai pembayaran sudah dihapus di WeChat. Data Mei lalu memperlihatkan angka penjualan rumah tinggal di Tiongkok anjlok sebanyak 41,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini terus turun selama 11 bulan terakhir.(ilj/bbs)