oleh

Aktivis Lingkungan Sebut Pemkab Tangerang Tidak Serius Tangani Pengelolan Sampah

Kabar6-Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dinilai tidak serius mengenai sampah  yang ada beberapa  Kecamatan, seperti  Jayanti, Balaraja, Pasar Kemis.

Firmansyah Salah Satu Aktivis Peduli Lingkungan Kabupaten Tangerang mengatakan, dalam hal pengelolaan sampah, Pemerintah kurang serius untuk menanganinya, lantaran anggaran untuk sampah amat sangat minim.

Ia menyebut, beberapa unit pengangkutan sampah itu hanya satu di setiap kecamatan. Sementara di Kabupaten Tangerang  ada di 29 kecamatan. Jika satu unit pengangkut sampah itu rusak maka sampah yang tidak terangkut  itu akan menumpuk. Bahkan pengangkutan pun itu hanya satu kali dalam satu bulan.

“Minim anggarannya untuk sampah,  di sini, pemerintah belum serius mengurus sampah buktinya satu unit mobil pengangkut sampah hanya cuman satu di setiap  kecamatan. ,” ujar Firmansyah, aktivitas lingkungan hidup kepada kabar6.com, pada Kamis (13/10/2022).

**Baca Juga: Irjen Pol Teddy Minahasa Terancam Dipecat Tidak Hormat dari Polri

Firman menerangkan, upah pegawai pengangkutan sampah DLHK  juga sangat minim, sejauh ini dirinya menduga banyaknya pungutan liar yang diambil oleh pegawai DLHK dibeberapa warung yang berada di pinggir jalan.

“Banyak pungli yang diambil oleh pegawai DLHK, seharusnya upah untuk pegawai itu harus dimaksimalkan dan agar  tidak ada dugaan pungli,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menurutnya, DLHK perhari bisa mengangkut sampah yang berada di wilayah kabupaten Tangerang sebanyak 2.000 ton dengan jumlah penduduk 4 juta Jiwa.

“Perhari itu kabupaten Tangerang bisa menghasilkan sampah 2.000 ton dari jumlah penduduk 4 juta jiwa,” ujar Taufik kepada wartawan di Tigaraksa.

Taufik menyebut, mobil armada pengangkut sampah yang ada di wilayah kabupaten Tangerang sebanyak 259.

“Jumlah armada yang ada di kabupaten Tangerang itu ada 214, sementara ini di luar dari kecamatan ada 45 armada untuk di wilayah kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Taufik mengakui sejauh ini  masih banyak sampah yang belum bisa di atasi oleh pihaknya. Namun, dirinya mengaku sudah mengakut sampah liar yang berada di kawasan tidak berpenghuni seprti di lahan kosong dan di pinggir jalan.

“Walupun ada juga sampah liar yang ada di pinggir jalan, di kebun atau lahan tidak dihuni itu memang menjadi kewajiban kami, walaupun masih ada sampah yang belum terjangkau,” ungkapnya. (Rez)

Print Friendly, PDF & Email