oleh

Satu Calon Kandidat KNPI Tangsel Muncul ke Permukaan

Kabar6-Tak ingin kalah dengan “saudara tua” Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang. Para kandidat calon ketua di Tangerang Selatan (Tangsel) masih ‘tiarap’ dan hanya satu yang menyatakan bersedia maju.

“Baru Aay yang bilang ke saya dan gaungnya udah kedengaran. Yang lain masih tiarap,” kata salah satu tokoh KNPI Tangerang, Chaerudin, kepada Kabar6.com disela-sela kegiatan pelatihan budidaya ikan air tawar di Cianjur, Jawa Barat, kemarin.

Chaerudin memprediksi masih ada calon kandidat lainnya yang berniat maju. “Seperti tahun lalu. Sudah mendekati hari H (Musda KNPI Tangsel) pasti ada yang muncul,” ujarnya.

Perlu diketahui, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kota Tangerang juga dijadwalkan akhir tahun ini juga akan menggelar musyawarah daerah (Musda) ke-VI. Bahkan, Kota Tangerang dalam waktu dekat telah menetapkan nama peserta yang lolos dan layak bertarung dalam memperebutkan posisi nomor 1 di lembaga tersebut.

Sama halnya seperti seperti DPD KNPI Kota Tangsel yang dijadwalkan akan menggelar Musda ke-II periode 2012-2015. Bedanya, para kandidat di daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini masih tiarap.

Dari ketiga nama kandidat yang maju, baru atas nama Aay Samudra  menyatakan diri siap berkompetisi. Ketua Umum Barisan Muda Betawi (BMB) tersebut beralasan, pengajuannya ini didasari demi pemuda yang relegius dengan merestorasi peradaban signifikan di Kota Tangsel.

“Sesuai dengan Undang-undang 51 tahun 2008 tentang terbentuknya Kota Tangsel dengan tujuan memajukan masyarakat. Maka dari pada itu, saya selaku pemuda Tangsel akan siap mnghantar pembangunan baik di lini smua sektor,” janji Aay, saat dihubungi Kabar6.com melalui layanan Blackberry Massenger, Kamis (20/9/2012).

Aay menyatakan, akan selalu bersinergi dengan pemerintahan agar terwujudnya pemuda-pemuda kreatif dan kompetitif. Keberadaan dan peranan wadah KNPI mendatang idealnya harus dapat dirasakan oleh semua unsur masyarakat.

Dia juga ingin mendorong agar pemuda dan pemerintah bisa saling bahu-membahu membenahi daerah penyangga ibukota ini. Tanpa ada jalinan dari kedua pihak, menurut Aay, mustahil cita-cita pemekaran daerah melalui otonomi khusus bisa tercapai.

“Harus satu bahasa antara pemuda dengan pemerintah daerah. Program pemerintah berjalan dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan lebih baik. Sinergisitas itu harus,” ujar mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) ini.

Dia berharap, pembangunan seluruh wilayah Kota Tangsel dapat terwujud dengan baik dalam pertengahan tahun 2013 mendatang. Sarana pendidikan sekolah yang butut, jalan yang rusak tinggal 25 persen lagi.

“Baik RSUD-nya pun demikian. Pokoknya untuk kemajuan Tangsel saya siap maju terus,” ujar Aay. (yud)

Berita Terbaru