oleh

Rusia dan Tiongkok Kerja Sama Bangun Pangkalan di Bulan untuk Tempat Tinggal Manusia

Kabar6-Dua negara, Rusia dan Tiongkok, akan meneken kesepakatan kerja sama membangun pangkalan Stasiun Penelitian Bulan Internasional (ILRS). Keduanya berkolaborasi membangun pangkalan pertama di Bulan, dalam perlombaan ekspansi luar angkasa melawan Amerika Serikat.

Tujuan ILRS adalah mewujudkan pengoperasian robot jangka panjang di Bulan dalam 10 tahun mendatang, sebagai jembatan untuk memungkinkan keberadaan manusia di satelit Bumi itu.

Dalam ILRS, melansir Spacenews, kedua negara akan melakukan penelitian, dimulai dengan misi pesawat luar angkasa tanpa awak Tiongkok, Chang’e-6, 7, dan 8 serta misi Rusia Luna 27. Mereka berencana menggunakan pangkalan Bulan untuk membantu pembangunan dan pengoperasian platform berbagi pertama manusia di kutub selatan Bulan, mendukung eksplorasi ilmiah skala besar, eksperimen, serta pengembangan dan pemanfaatan sumber daya bulan dalam jangka panjang.

Sesuai teori, pada awal 2030-an, pengembangan ILRS mampu menyediakan pangkalan bagi kehadiran robot jangka panjang di Bulan serta misi berawak untuk jangka pendek. ** Baca juga: Peti Mati Sang Ayah Dipenuhi Uang Sekira Rp100 Juta Sebagai Balas Jasa

Rencana penataan kehadiran manusia dalam jangka panjang baru akan berlangsung antara 2036 dan 2045. Pangkalan robot yang terletak di kutub selatan Bulan akan menggabungkan keahlian Tiongkok, Rusia, dan kemungkinan negara lain, namun mereka harus menggunakan pesawat luar angkasa sendiri.

Perusahaan luar angkasa milik pemerintah Rusia, Roscosmos, menyatakan bahwa pengumuman resmi soal MoU pangkalan Bulan akan bertepatan dengan Konferensi Eksplorasi Luar Angkasa Global yang diadakan di St. Petersburg.

“Roscosmos telah menyelesaikan proses dalam negeri untuk menyelaraskan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Federasi Rusia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok tentang kerja sama untuk menciptakan Stasiun Penelitian Bulan Internasional,” demikian keterangan perusahaan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru