oleh

Melegakan, Ternyata Lemak Tubuh Bisa Lawan Bakteri Penyakit

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Siapa bilang lemak yang ada di tubuh Anda selalu ‘jahat’? Jangan keliru, sama seperti zat gizi lainnya, lemak memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga kesehatan Anda lho. Tidak hanya sebagai cadangan energi, lemak juga disebut dapat membantu tubuh melawan bakteri penyakit.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari UC Sand Diego School of Medicine, dikutip dari Hello Sehat, melakukan percobaan pada tikus untuk mengetahui lebih lanjut peran lemak di dalam tubuh.

Penelitian ini sengaja memberikan infeksi bakteri penyakit (Staphylococcus aureus) pada tikus yang menjadi bahan percobaan saat itu. Kemudian para peneliti menyuntikkan lebih banyak lemak di daerah permukaan kulit tikus.

Hasilnya, lemak dapat membantu tubuh untuk melawan bakteri penyakit yang bisa menyebabkan kulit terinfeksi. Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri yang menjadi penyebab utama masalah infeksi kulit dan jaringan lunak pada manusia.

Lemak tubuh yang berhasil melemahkan pertahanan bakteri Staphylococcus aureus merupakan lemak adiposa, yaitu simpanan lemak tubuh yang setiap orang miliki.

Semua makanan yang berkalori akan diubah oleh tubuh menjadi lemak dan disimpan di dalam sel adiposit, yang menyebar ke seluruh bagian tubuh. Ada yang berada di antara organ dan lainnya berada di bawah permukaan kulit.

Ketika bakteri penyakit berusaha masuk dan merusak pertahanan kulit, lemak adiposa yang ada di bawah permukaan kulit ternyata secara alami akan melakukan penyerangan dan menghalangi bakteri penyakit agar tidak masuk ke dalam tubuh.

Menurut para peneliti, lemak mempunyai respon hampir sama seperti sel-sel darah putih yang akan membunuh kuman dan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. ** Baca juga: Perhatikan 3 Waktu yang Tidak Tepat Konsumsi Air Putih

Diketahui, lemak adiposa menghasilkan zat yang disebut dengan cathelicidin, yaitu zat yang dapat meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh, sehingga sel-sel darah putih bekerja lebih efektif dan cepat dalam menghilangkan semua bakteri penyakit yang menginfeksi.

Meskipun demikian, Anda juga harus membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Perhatikan juga jenis lemak yang akan Anda konsumsi. (ilj/bbs)

Berita Terbaru