oleh

Banksasuci & Pemkot Tangerang Mulai Tata Kali Sipon yang Kumuh

Kabar6-Berbagai Komunitas pecinta lingkungan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Tangerang berupaya menyadarkan masyarakat dengan melakukan gerakan kali Sipon bersih dan teduh.

Pasalnya, Kali Sipon sepanjang jalan Irigasi, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang menjadi pusat perhatian karena kumuh dari sampahnya yang menumpuk dan berbau.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, meninjau langsung kegiatan bersih-bersih yang digagas oleh pecinta lingkungan Banksasuci Foundation pada Sabtu, (12/6/2021) lalu.

“Kami berterima kasih kepada para komunitas, melakukan kegiatan bersih bersih kali Sipon, Karena ini adalah kegiatan masyarakat, akhirnya masyarakat harus lebih antusias untuk merawat dan menjaga Kali Sipon,” ujar Arief dalam keterangan, Senin (14/6/2021).

Arief mengatakan, berdirinya Pasar di sepanjang bantaran Kali Sipon hingga kini menjadi perhatian pemerintah kota Tangerang. Lantaran sampah banyak berasal dari pedagang pasar kaki lima (PKL) tersebut.

Wali kota mengaku, pihaknya sudah dan terus berupaya melakukan penataan PKL yang menjadi sumber permasalahan saat ini.

“Sudah kami bahas bersama, dan sudah saya sampaikan ke camat Cipondoh, coba dorong jika ada warga yang punya lahan mau di bikin pasar lingkungan,” katanya.

“Ke depan kita akan pikirkan untuk bisa pembangunan pasar di kecamatan Cipondoh lebih masif lagi,” tambahnya.

Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus mengatakan, bahwa kegiatan gerakan Kali Sipon bersih dan teduh hari ini adalah, upaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan merubah prilaku hidup bersih.

“Berkali-kali dibersihkan pun besok akan kotor lagi, jika kesadaran masyarakat tidak ada,” tukasnya.

**Baca juga: 2 Sekolah di Kota Tangerang Raih Sekolah Sehat di Provinsi Banten

Nantinya, kata Ade, akan dibangun Pos-pos pantau dibeberapa titik dari hilir hingga hulu kali Sipon itu, dan juga akan ditanam pohon-pohon sepanjang bantaran kali Sipon agar memiliki nilai estetikanya.

“Dengan adanya kolaborasi dan kolabor aksi ini, dapat mengerakkan masyarakat. Kali Sipon ini banyak yang ngomongin banyak juga yang mempermasalahkan tetapi tidak ada yang mau memulai,” tandasnya. (Oke)