oleh

Anggota BPSK Tangsel Meninggal Sebelum Dilantik

Kabar6-Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) minus satu anggota, karena meninggal dunia sebelum dilantik.

Sedianya, sebanyak 9 orang BPSK itu akan mengemban misi utamanya, menyelesaikan persengketaan konsumen di luar lembaga pengadilan umum.

“Mari kita berdoa atas satu orang anggota yang terlebih dulu dipanggil Allah SWT,” kata Walikota Airin Rachmi Diany dalam sambutan acara pelantikan di Serpong, Selasa (29/4/2014)

Informasi yang diperoleh kabar6.com, satu anggota BPSK yang meninggal atas nama Buyung Samsudin dari unsur pelaku usaha. Buyung tutup usia lantaran sakit setelah melakukan tugas dinas ke Medan, Sumatera Utara.

Airin mengatakan, BPSK memiliki peran penting untuk menyelesaikan sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha. Selama ini sengketa konsumen sulit diselesaikan karena Kota Tangsel belum memiliki badan yang berwenang untuk menanganinya.

“Akhir-akhir ini kami sering mendapatkan keluhan dari konsumen. Apalagi Tangerang Selatan adalah kota perdagangan dan jasa. Alhamdulillah saat ini kita sudah mempunyai BPSK,” ujar Airin.

BPSK adalah salah satu lembaga peradilan konsumen yang berkedudukan di tiap Daerah Tingkat II kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sebagaimana diatur menurut Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Muhamad, mengatakan, maksud dan tujuan pelantikan serta pengambilan sumpah untuk terwujudnya visi misi Walikota Tangerang Selatan.

Tujuan tersebut telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2011-2016. Dimana target pencapaian bidang pengawasan dan informasi usaha sebanyak 30 penyelesaian kasus dan sampai saat ini masih 0 persen. **Baca juga: LIRA Tantang Panwaslu Tangsel Uji Materi di DKPP.

“Mudah-mudahan setelah dilantiknya BPSK target tersebut sampai dengan akhir 2015 bisa tercapai,” jelasnya.(yud)

Berita Terbaru