oleh

12 Pasangan Terduga Mesum Ditangkap Satpol PP

Kabar6-Sebanyak 12 pasangan terduga mesum serta 2 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang.

Saat ditangkap, pada pasangan yang bukan suami istri tersebut kedapatan yang tengah asik bercengkrama di sejumlah kamar hotel kelas Melati, yang ada di Kota Tangerang.

Mereka (pasangan yang terjaring razia) selanjutnya langsung digelandang ke Markas Satpol PP, yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, untuk dilakukan pendataan.

Ironisnya, hampir dari ke 12 pasangan mesum tersebut ternyata adalah warga diluar Kota Tangerang, seperti Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan dan Jakarta.

Kasatpol PP Kota Tangerang, Mumung mengatakan, giat operasi yang dilakukan pada Jumat (4/4/2014) malam hingga Sabtu (5/4/2014) dinihari itu, merupakan rangkaian penegakan Peraturan Daerah (Perda) 7 dan 8 tahun 2005 tentang pelarangan minuman keras dan pelacuran.

“Ya, berbekal informasi dari masyarakat, kami bergerak melakukan kegiatan rutin. Kali ini operasi kami masih berkaitan dengan perda 7 dan 8 tahun 2005,” ujarnya.

Ternyata, lanjut Mumung, walau seringkali dirazia, masih saja banyak pasangan bukan suami isteri didapati berada didalam kamar hotel.

“Karena tidak bisa menunjukan bukti suami isteri. Akhirnya kami bawa semua pasangan itu ke kantor untuk dilakukan pendataan dan penyuluhan,” terangnya.

Mumung menambahkan, untuk memberikan efek jera kepada mereka semua yang terjaring, pihaknya membuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu, yang harus ditandatangani oleh ketua RT setempat.

“KTP mereka kami tahan. Nanti boleh diambil setelah surat pernyataan itu sudah ditandatangani ketua RT nya. Itu biar jadi efek jera mereka,” tukasnya.

Mumung juga menyayangkan, atas lemahnya pengelola hotel melati yang terlalu mudah untuk bisa disinggahi oleh siapapun tanpa ada aturan teknis yang ketat.**Baca juga: Panwaslu Kota Tangerang Minta Parpol Copot Atribut Pukul 00.01 WIB.

“Nanti kami akan ada arah ke pengelola hotelnya. Kami koordinasikan dulu dengan dinas terkait,” pungkasnya.(ges)

Berita Terbaru