1

Tabrak Truk Parkir, Motor Nyangkut ke Kolong Pemotor di Tangsel Tewas

Kabar6-Seorang pengendara sepeda motor berinisial AS, 30 tahun, tewas di lokasi perkara. Jasadnya tergeletak tepat di belakang truk tanah di Jalan Raya Pergudangan Taman Tekno dekat pintu masuk perumahan Kim LIPI, Setu, Kota Tangerang Selatan.

“Saudara AS mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia di TKP,” kata Kepala Seksi Humas Polres Tangsel, Ajun Komisaris M Agil Sahril kepada kabar6.com, Minggu (29/4/2024).

Menurut pengakuan saksi berinisial AC, 51 tahun, supir truk dirinya sedang makan di warung. Truk yang dikemudikan parkir di pinggir jalan.

**Baca Juga: Pemotor Tabrak Dum Truk di Tekno BSD Tewas di Tempat Bernama Anggi Setiabudi Warga Gunung Sindur

Agil bilang, tiba-tiba melaju dengan kecepatan kencang motor matik yang dikendarai AS. Motor langsung menabrak buntut truk angkutan tanah.

“Pemotor menabrak bemper belakang mobil truk hingga ban sepeda motor nyangkut di bawah bak mobil,” ujarnya.

Akibat dari kejadian tersebut
kendaraan sepeda motor matik yang dikendarai AS mengalami kerusakan di bagian depan atau spakbor dan kaca depan pecah.

“Kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut masih dalam proses penyelidikan Unit Gakkum Laka Lantas Polres Tangerang Selatan,” tambah Agil.(yud)




Pemotor Tabrak Dum Truk di Tekno BSD Tewas di Tempat Bernama Anggi Setiabudi Warga Gunung Sindur

Kabar6-Pria korban kecelelakan yang menabrak dam truk di Jalan Tekno Widia, bernama Anggi Setiabudi, Warga Cimangir, Gunung Sindur, Bogor.

“Ini yang meninggal saudara aku kak yang tinggal di Cimangir, Gunung Sindur,”sebut Fitriarahayu, dalam unggahannya dikutip Kabar6, Minggu, (28/4/2024).

Menurut Fitri, korban mengendarai vario menuju pulang. “Semoga husnul khotimah,”tulis Fitri dengan dengan emotion sedih.

Menurut warga masyarakat, Taman Tekno rawan kecelakaan, dan selama ini banyak truk parkir di jalan itu. Terutama di sisi kiri menuju Puspitek Serpong. Harusnya Jalan Taman Tekno ini bebas dari parkir truk.

“Seingat saya sudah berapa kali terjadi kecelakaan di sini, dan harusnya sudah ada Pospol di kawasan itu,”ujar Andi, warga Cirompang pada Kabar6.

**Baca Juga: Kecelakaan Pemotor dan Dam Truk di Jalan Tekno BSD, Pemotor Terkapar di Aspal

Serperti diberitakan, Kecelakaan mengenaskan antara pemotor dan dam truk terjadi di Jalan Tekno Widia, BSD, Tangsel, Minggu sore (28/4/2024).Pemotor berjenis klamin pria berkaos merah terkapar besimbah darah.

Pantaun Kabar6, di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi di Taman Tekno menuju ke Puspiptek- Serpong, antara pemotor dengan dam truk yang parkir di pinggir jalan.

“Truk yang parkir ditabrak pengendara sepeda motor, diduga ngantuk, sehingga nabrak dan masuk ke kolong truk. Helmnya sampai pecah,”jelas Santika, warga Setu yang melihat ke celakaan tersebut.

Kecelakaaan naas tersebut, menimbulkan kemacatan di Jalan Tekno Widya menuju Serpong. Banyak pengedara motor berhenti untuk menonton peristiwa tersebut.

Tak berapa lama, ambulan membawa korban ke rumah sakit. “Dari kondisi korban, diduga korban sudah meninggal, terlalu banyak darah yang berserakan di aspal, wajah dan tubuhnya ditutupi koran,”ujar Dona, warga Serpong yang menyaksikan korban dibopong ke ambulan.(ir)




Tawuran di Taman Tekno Kepala Pelajar Terluka Kena Bacok

kabar6.com

Kabar6-Dua kelompok pelajar tawuran di depan kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Mereka bentrok membawa aneka jenis senjata tajam.

“Ada yang luka di kepala,” kata Rizal L, petugas keamanan kawasan pergudangan Taman Tekno, Jum’at (16/2/2024).

Menurutnya, pelajar yang terluka di kepala kena bacokan senjata tajam. Rizal memperlihatkan wajah korban yang dipotret dan disimpan dalam memori ponsel miliknya.

**Baca Juga: Real Count KPU Pileg DPRD Kabupaten Lebak: Demokrat dan PDIP Bersaing

Heri, warga lainnya mengaku bahwa kawasan tersebut rawan menjadi arena tawuran remaja. Biasanya melibatkan dua geng remaja yang gerombolan konvoi naik sepeda motor.

“Biasanya kalo malem tawuran di sini,” terangnya. Heri berharap polisi dapat meningkatkan skala patroli untuk mencegah terjadinya aksi tawuran.

Ia menyesalkan aksi tawuran pelajar sampai ada korban luka-luka. “Kalau geser kesana kebanyakan bentroknya paling gengster,” ujar Heri.(yud)




Pelanggar PSBB di Taman Tekno BSD Disanksi Bacakan Pancasila

Kabar6.com

Kabar6- Satpol PP Kota Tangerang Selatan menggelar penertiban penggunaan masker di Pasar Serpong dan Taman Tekno, BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Penertiban di dua titik dalam rangka penegakkan Peraturan Walikota (Perwal) terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Satpol PP Kota Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2020).

Puluhan petugas Satpol PP memperhatikan pengguna jalan yang melintas, baik pejalan kaki, pengendara motor dan juga kendaraan roda empat. Bagi pengguna jalan yang tidak menggunakan masker, maka dikenakan sanksi, yakni mengenakan rompi orange bertuliskan Pelanggar PSBB dan juga membacakan Pancasila.

Seperti yang dialami wanita pengendara motor yang diberhentikan petugas saat melintas di Taman Tekno arah BSD. Pengendara motor yang membonceng temannya itu terpaksa menjalani hukuman menggunakan masker orange. Selain itu, petugas Satpol PP meminta keduanya membeli masker di pedagang keliling yang kebetulan mangkal di lokasi. Setelah itu, petugas mempersilakan kedua wanita itu melanjutkan perjalanannya.

Supriyanto pedagang masker yang mangkal di Jalan Tekno Widya, Setu, Kota Tangsel merasakan ketiban rezeki dengan adanya penertiban itu. Pria berusia 48 tahun itu mengaku penjualannya naik empat kali lipat. Ia menjajakan dagangannya dengan membentangkan papan untuk menggantung masker di belakang motornya.

**Baca juga: 82 Warga Tangsel Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Ini Sanksinya.

“Hari biasa cuma kejual 10 bang, karena ada ini (penertiban, red) jadi kejual 40, padahal waktu nya cuma sejam,” ujarnya kepada Kabar6.com dengan wajah yang ceria, Kamis (13/8/2020).

Pedagang masker keliling ini menjual masker berbagai motif dengan harga jual Rp 10 ribu per masker. Ia mengaku hasil penjualannya sepi di hari biasa, terutama jika tak ada penertiban.

“Waktu awal penerapan PSBB ramai yang beli, bang. Sekarang lesu,” tutupnya.(eka)




Niat Ilham Melamar Kekasih Kandas di Trotoar Taman Tekno

Kabar6.com

Kabar6-Sedih bercampur hancur remuk redam. Perasaan itu berkecamuk dalam benak keluarga M Ilham Arifin, 23 tahun, korban kecelakaan maut di di Jalan Tekno Widya, Setu, Kota Tangerang Selatan, (Rabu, 18/9/2019).

Anak bungsu dari enam bersaudara itu berencana sebentar lagi ingin meminang gadis pujaan hatinya. Namun niatan itu kandas karena Sang Khalik berkehendak lain.

“Iya bang betul. Almarhum rencananya ingin melamar pujaan hatinya dan sedang direncanakan bersama keluarganya,” ungkap Hafid Yasin Juhri, kakak kandung korban ditemui kabar6.com di rumah duka.

Ia mengenang Ilham sosok anak yang sangat penurut kepada orangtua. Korban terkenal tidak merokok dipergaulannya, dan bahkan aktif di majelis ta’lim setempat.

“Bahkan jika tak ada almarhum berasa hampa atau sepi di majelis ta’limnya,” ungkap Hafid.**Baca juga: Pemotor Tewas Ditabrak Mobil di Taman Tekno.

Hafid mengaku sebelum terjadi kecelakaan maut dirinya tidak merasa punya firasat. Semalam ia masih seperti biasa sempat berkomunikasi dengan Ilham lewat aplikasi WhatsApp.

“Lalu pemakaman sehabis dzuhur sekitar pukul 12.30 tadi,” ujarnya. Saat berkendara, lanjut Hafid, korban hendak berangkat menuju kantornya di belakang ITC BSD.

**Baca juga: Begini Kronologis Kecelakaan Maut di Taman Tekno.

Ia kaget mendengar kabar bahwa adiknya kecelakaan. Keluarga pun langsung menuju ke Rumah Sakit Hermina.

“Iya bang, pada sedih kehilangan. Namanya juga adik kesayangan, saya juga sangat sedih. Mohon didoakan semoga adik saya diterima disisi Allah Subhanahu Wata’ala,” tutupnya.(eka)




Begini Kronologis Kecelakaan Maut di Taman Tekno

Kabar6.com

kabar6-M Ilham Arifin, 23 tahun, warga Kampung Curug RT 02/01, Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan akhirnya meninggal dunia. Ia terpental hingga kepalanya terbentur trotoar setelah motor yang dikendarainya benturan dengan mobil.

“Pengendara motor mengalami luka berat pada bagian kepala,” ungkap Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara saat dikonfirmasi kabar6.com, (Rabu, 18/9/2019).

Ia menceritakan, peristiwa itu bermula ketika mobil bernopol B 1511 TOT yang dikemudikan oleh Urianto Bangun melintas di Jalan Tekno Widya, Setu.

Sesampainya di dekat Taman Kota II, mobil hendak berbelok dan berhenti untuk menepi.

“Pada saat bersamaan datang dari arah Rawa Buntu menuju Cisauk melintas motor yang dikendarai korban,” terang Lalu.

Dilanjutkannya, karena jalan menikung dan dalam kecepatan tinggi, korban diduga tidak mampu menghindar. Akibatnya terjadi benturan antara sepeda motor dengan sisi kiri kendaraan mobil tersebut.

**Baca juga: Pemotor Tewas Ditabrak Mobil di Taman Tekno.

“Kemudian sepeda motor oleng dan membentur trotoar hingga terjatuh,” ujar Lalu.

Warga bersama pengendara yang melintas kemudian membawa Ilham ke Rumah Sakit Hermina tapi nyawanya tak dapat tertolong.(yud)




Pemotor Tewas Ditabrak Mobil di Taman Tekno

Kabar6.com

Kabar6-Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Tekno Widya, Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). M Ilham Arifin, 23 tahun, pengendara motor B 6599 WEN ditabrak mobil hingga akhirnya korban tewas.

“Korban dilarikan ke Rumah Sakit Hermina dalam keadaan tidak sadarkan diri dibantu pengemudi mobil dan orang yang melintas,” kata Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara kepada kabar6.com, (Rabu, 18/9/2019).

Menurutnya, Ilham mengalami luka parah dibagian kepala. Ia terpental hingga kepalanya terbentur trotoar jalan.**Baca juga: Perampok Taksi Online di Pondok Aren Pernah Beraksi di Kabupaten Tangerang.

Lalu bilang, sejak terkulai di trotoar hingga dilarikan ke RS Hermina korban tak sadarkan diri. Nyawa korban akhirnya tak dapat diselamatkan.

Pengemudi mobil nopol B 1511 TOT atas nama Urianto Bangun sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan. “Ternyata supir mengantongi SIM B II umum,” ujar Lalu.(eka)




Penutupan U-Turn Taman Tekno Dikeluhkan Warga Ciater

Kabar6.com

Kabar6-Penutupan U-Turn atau jalur putaran balik yang di tutup Polres Tangsel mendapatkan penolakan dari warga sekitar.

Pasalnya, putaran kendaraan tersebut di jadikan tempat mencari nafkah warga RT 001 dan 011 RW 01 Ciater, Serpong, Tangsel.

Hamdah (40) koordinator warga yang kesal atas penutupan jalan Ciater depan BCA taman tekhno meminta kepada aparat kepolisian untuk membuat sistem buka tutup, Rabu (4/7/2019).

“Saya selaku warga disini sangat keberatan bang. Kami harus berputar jauh. Di satu sisi, kami parkir disini sudah menjadi mata pencarian bagi kami. Lumayan untuk membantu ekonomi keluarga. Minimal bikin sistem buka tutup deh,” ujar Hamdah kepada Kabar6.com.

**Baca juga: Ini Kata Pesbukers Rumdin Walikota Tangsel Senilai 9 Miliar.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan turut hadir dari dinas perhubungan yang sedang menurunkan pagar pembatas dengan bantuan alat berat.

Karana, Kepala unit lalu lintas polres Tangsel, kepada wartawan mengatakan, tindakan penutupan u-turn tersebut guna mengurai arus kemacetan yang terjadi.

“Tiap hari itu pasti macet, kami sudah mengarahkan agar semua kendaraan bisa putar balik dari depan tehno. Penutupan ini permanen. Karena banyaknya laporan yang masuk ke kami, kami juga harus ambil sikap demi kenyamanan berlalu lintas di jalan umum, agar terciptanya kelancaran bagi semua pengguna jalan,” tegas kanit.(adt)




Gudang Miras Impor di Taman Tekno Digerebek

Kabar6.com

Kabar6-Aparat gabungan menggerebek bangunan gudang penyimpanan beraneka jenis minuman keras atau miras impor. Gudang yang terletak di kawasan Taman Tekno 1 Blok J1 Nomor 16, Setu, Kota Tangerang Selatan.

“Tangsel sudah tidak boleh ada peredaran distribusi dan produksi minuman beralkohol,” kata Kepala Bidang Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Tangsel, Oki Rudianto, Kamis (27/6/2019).

Ia mengaku, kegiatan penggerebekan ini merupakan upaya penegakan peraturan daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan.

**Baca juga: Begini Kata Pengamat Soal Pencalonan Dua Birokrat di Tangsel.

Pasal 122 menegaskan, bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan izin usaha industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang setiap orang atau badan usaha memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.

“Jenisnya kita belum lihat, tapi ini alkohol lebih dari 40 persen,” ujar Oki.(yud)